TANJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mengintensifkan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terdampak keterbatasan pasokan air.
Hingga Minggu (29/3) malam, total volume air bersih yang telah disalurkan sejak 28 Maret mencapai sekitar 208 ton.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi distribusi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Tim Pendistribusian Air Bersih, termasuk dukungan pengambilan air dari berbagai sumber seperti BPBD, PDAM, dan sumber lainnya guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Penyaluran air bersih dilakukan tanpa henti, bahkan hingga dini hari. Pada Minggu dini hari, distribusi dilakukan di sejumlah titik, antara lain 5 ton di Masjid Al Amin, Jalan Sultan Sulaiman Kampung Bulang, 4 ton di Perumahan Bumi Intan Sari, serta 5 ton di wilayah Pamedan.
Memasuki pagi hingga malam hari, penyaluran kembali dilanjutkan ke berbagai lokasi. Di antaranya 500 liter di Perumahan Perla, 2 ton di Perumahan Bumi Intan Sari, 1 ton di Jalan Ciku Gg. Cermai, serta 550 liter di Jalan Ir. Sutami Gang Pinus.
Selain itu, distribusi dalam jumlah lebih besar dilakukan di beberapa kawasan, yakni 10 ton di Jl. Puncak dan Jl. Puncak Indah, Jl. Kapas, 9 ton di Perumahan Griya Bestari Permai, 5,5 ton di Komplek Bintan Center, 1 ton di Perumahan Srijaya Regency, 6 ton di Perumahan Sri Gading, serta 12 ton di Kampung Sei Carang, dan terus berlanjut hingga ke kawasan Dompak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa penyaluran air bersih dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Selama dua hari ini, total penyaluran air bersih telah mencapai sekitar 208 ton. Distribusi ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan, sesuai arahan Wali Kota, hingga kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, koordinasi lintas tim terus diperkuat agar distribusi berjalan efektif, merata, dan tepat sasaran.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Jika masih terdapat wilayah yang membutuhkan, tentu akan segera kami tindaklanjuti. Pemerintah kota hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.
Hingga berita ini disampaikan, kegiatan pendistribusian air bersih masih terus berlangsung di lapangan. Pemerintah Kota Tanjungpinang juga akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian distribusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Musim kemarau yang masih berlangsung sejak awal tahun 2026 berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya bagi warga terdampak kekeringan.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen penuh untuk hadir di tengah masyarakat dalam membantu pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya warga menengah ke bawah, tetap mendapatkan akses air bersih. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, silakan menghubungi Call Center di nomor 0821-7325-5567,” tegas Lis Darmansyah, kemarin.
Selain untuk masyarakat, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang melayani pemenuhan kebutuhan air bersih untuk rumah ibadah serta fasilitas umum (fasum) yang terdampak kekeringan.
“Pemko tidak hanya melayani rumah tangga, tetapi juga memastikan rumah ibadah dan fasilitas umum tetap dapat berfungsi dengan baik. Ini adalah wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tanjungpinang telah secara berkelanjutan menyalurkan air bersih sejak beberapa bulan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menjelaskan bahwa berdasarkan data BPBD, sepanjang Januari hingga Februari 2026 telah didistribusikan 611,9 ton air bersih melalui 114 kali pengiriman ke hampir 18 kelurahan di wilayah Kota Tanjungpinang.
Distribusi air bersih tersebut terus berlanjut hingga bulan Maret 2026. Sepanjang bulan Maret ini, BPBD kembali menyalurkan tambahan suplai air bersih sebanyak 50 ton, dengan wilayah terbanyak berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang menerima hampir 30 ton air bersih.
“Distribusi air bersih telah kami lakukan sejak awal tahun dan hingga saat ini masih terus berjalan. Selama musim kemarau belum berakhir dan masyarakat masih membutuhkan, BPBD akan terus melaksanakan pendistribusian air bersih,” jelas Yamin.
Ia menambahkan, mekanisme pengajuan distribusi air dilakukan secara bertahap melalui laporan RT dan RW yang diteruskan ke kelurahan, kemudian diajukan ke BPBD. Beberapa wilayah yang kerap mengalami kekurangan air antara lain Kelurahan Kampung Bugis, Senggarang, Batu Sembilan, Batu Delapan, Pinang Kencana, serta sejumlah kawasan permukiman lainnya.
Dalam operasionalnya, BPBD mengerahkan satu unit truk tangki berkapasitas 5 ton, kendaraan Hilux 2 ton, serta mobil L300 berkapasitas 1 ton dengan tandon tambahan. Distribusi juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Kota Tanjungpinang serta BPBD Provinsi Kepulauan Riau dengan tambahan kapasitas hingga 15 ton air.
Sumber air diperoleh dari sumur milik BPBD, pasokan wilayah Tanjung Moco, serta dukungan PDAM Sungai Pulai melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Pemerintah Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau berlangsung, serta segera melapor apabila mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti. (eza)

