TANJUNGPINANG (HK) – Sejumlah dosen dan tenaga kependidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan “Menteri Agama RI Menyapa ASN” yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., bertempat di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (15/1).
Kegiatan tersebut diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, meliputi ASN Kanwil Kemenag Kepri, ASN Kemenag Kota Tanjungpinang, ASN Kemenag Kabupaten Bintan, serta perwakilan ASN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sebanyak 50 orang.
Dalam arahannya, Menteri Agama Republik Indonesia menegaskan makna mendalam nilai ikhlas beramal sebagai moto fundamental Kementerian Agama. ASN diharapkan tidak berhenti pada level mukhlis, yakni berbuat ikhlas namun masih menyadari amal kebaikannya, melainkan mampu mencapai derajat mukhlas, yaitu keikhlasan total yang menyerahkan seluruh bentuk pengabdian semata-mata kepada Allah SWT.
“ASN Kementerian Agama harus berupaya menjadi mukhlas, yakni pribadi yang benar-benar ikhlas, yang tidak lagi menghitung atau mengingat amal kebaikan yang telah dilakukan, melainkan menyerahkan seluruh pengabdian hanya kepada Allah SWT,” tegas Menteri Agama.
Selain itu, Menteri Agama mengajak seluruh ASN untuk menginternalisasi nilai kesabaran, rasa syukur, dan kesadaran spiritual dalam pelaksanaan tugas. Ia menekankan bahwa kematangan iman dan etika aparatur tercermin dari kemampuan membalas keburukan dengan kebaikan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai sarana pendewasaan diri dan penguatan integritas.
Menteri Agama juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan hati dan integritas pribadi yang harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia mengingatkan dampak negatif budaya konsumtif dan persoalan sampah plastik yang berpotensi merusak tatanan kehidupan manusia dan alam. Seluruh pesan tersebut menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama dituntut menjadi teladan moral, spiritual, dan ekologis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain memberikan penguatan nilai-nilai spiritual aparatur, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi simbolis penanaman bibit pohon matoa, sebagai wujud implementasi konsep ekoteologi, yakni integrasi nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Aksi tersebut menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam membangun birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem dan tanggung jawab ekologis.
Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama RI di Provinsi Kepulauan Riau menjadi momentum strategis bagi civitas academica STAIN SAR Kepri untuk terus memperkuat etos kerja, integritas kelembagaan, serta internalisasi nilai-nilai keislaman dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Kegiatan ini memberikan penguatan moral dan spiritual bagi ASN STAIN SAR Kepri bahwa pengabdian akademik dan birokrasi harus dilandasi keikhlasan, keteladanan, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah keagamaan,” ungkapnya.
Kunjungan kerja Menteri Agama RI di Provinsi Kepulauan Riau diawali dengan menghadiri peringatan Isra Mikraj tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah pada malam sebelumnya. Pada pagi hari, Menteri Agama melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Pulau Penyengat, sebelum melanjutkan agenda menyapa ASN dan penanaman pohon di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri.
Partisipasi aktif ASN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam kegiatan tersebut menegaskan peran strategis perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, integritas birokrasi, dan pengarusutamaan nilai ekoteologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. (r/eza)

