BATAM (HK) – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Batam menuai protes dari puluhan orang tua calon siswa yang anaknya tidak lulus seleksi, Selasa (5/7/2022).
Mereka mendatangi SMAN 3 Batam di Batam Kota untuk menemui kepala sekolah. Wali murid itu sudah ramai di SMA Negeri 3 sejak pukul 09.00 pagi. Mereka menyampaikan aspirasi ke Kepala Sekolah SMAN 3 Batam. Namun tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 11.00 para orang tua bergeser dan menyampaikan aspirasi di Kantor Walikota Batam.
Salah satu wali murid, Anna, mengaku, anaknya tidak diterima sekolah SMAN 3 Batam dengan alasan sekolah penuh. “Penuh. Kami minta ditambahkan lokalnya, kami kan tinggal di dekat sini,” kata dia.
Ia mengatakan jika anaknya masuk ke sekolah yang sesuai dengan zonasi seperti SMAN 15 Batu Besar itu terlalu jauh. “Jauh sekali. Jaraknya dari rumah,” katanya.
Hal yang sama juga dirasakan warga Perumahan Hawai Garden, Ina Panjaitan, yang mengaku anaknya tak lolos jalur zonasi. Ia masih memperjuangkan anaknya agar bisa masuk ke SMA Negeri 3.
“Malah dioper kami ke SMA Negeri 21 Batam di Punggur. Jaraknya 8 kilometer dari rumah kami,” katanya.
Asisten I Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan, ada 80 anak yang tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam dengan berbagai alasan.
“Hari ini kami didatangi oleh emak – emak yang tidak diterima di SMAN 3. Ada 80 orang yang tidak diterima jadi mereka meminta bantuan kepada Wali Kota agar bisa diterima,” kata dia.
Menurut Yusda, jumlah sekolah di Kota Batam mencukupi namun pihak orang tua yang terkadang menginginkan anaknya masuk ke sekolah tertentu.
“Tapi wali murid itu kan maunya sekolah di sekolah yang ia mau. Itu sistem. Ya ini solusinya adalah kebijakane ntah tambah lokal,” katanya.
Ia berharap para peserta didik dapat diterima semua di SMAN. Sebab, hak mendapatkan pendidikan menjadi tanggungjawab pemerintah. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan Disdik Kepri agar permasalahan ini bisa teratasi.
“Alasannya macam-macam. Dari jarak sampai tidak punya KTP. Ini akan kami bantu. Lebihnya akan kita laporkan ke Walikota Batam, Gubernur dan Disdik Kepri,” bebernya. (gk)
Sumber: gokepri.com
