- Mulia, Kapolres Natuna Bantu Evakuasi Ibu Pasca Operasi Caesar dan Bayi 11 Hari di Pelabuhan Penagi Ranai.
- Polsek Tanjungpinang Barat Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan bagi Pemudik Lebaran 2026
- Lantik 53 Kepala Sekolah SD dan SMP, Lis Harapkan Inovasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan
- Dosen STAIN SAR Kepri Bersinar di TVRI, Raih Juara II Akademi Mubaligh Indonesia
- PLN UP3 Tanjungpinang dan Angkasa Pura Indonesia Bandara RHF Bersinergi Siaga Kelistrikan, Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026
- Polsek Tanjungpinang Kota Terus Tingkatkan Patroli Malam Cegah Gangguan Kamtibmas, Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H
- Haru, Kapolresta Tanjungpinang Beri Penghargaan Umroh ke Tanah Suci untuk Bhabinkamtibmas Tanjung Unggat Polsek Bukit Bestari
- Buka Puasa Bersama, Majestic Koi Farm Belanjakan Baju Lebaran Idul Fitri 1447 H untuk 128 Anak Yatim-Piatu di Tanjungpinang
BINTAN (HK) – Presiden RI, Ir Joko Widodo, bersama sejumlah menteri kabinet sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, dengan sejumlah delegasinya, Selasa (25/1), di kawasan wisata Lagoi.
Dari pertemuan pemimpin kedua negara tersebut, menyepakati sejumlah kerjasama antar kedua negara, sebagaimana yang direncanakan, yang disampaikan Presiden RI Jokowi dalam keterangan persnya dengan disiarkan langsung di kanal youtube Sekretariat Presiden, beberapa kerjasama kedua negara.
Baca juga: Jokowi Bertemu PM Singapura di Bintan
Jokowi menyampaikan, pertemuan ini membahas upaya penguatan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang, terutamanya di bidang ekonomi, dan saling tukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan.
Pertama, penguatan kerja sama di bidang pemulihan ekonomi, Jokowi menyampaikan Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia.
“Sejak Januari hingga September 2021 total investasi mencapai US$ 7,3 miliar,” sebut Jokowi.
Pertemuan retreat itu, mencatat adanya investasi baru senilai US$ 9,2 miliar bagian usaha, antara lain di bidang energi terbarukan di sekitar Batam, Pulau Sumba, dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hak logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.
