- Muhammad Arfah Pimpin PPP Batam, Ajak Kader Perkuat Soliditas
- Berbeda dari Biasanya, Buruh di Batam Rayakan May Day dengan Bersihkan Kota, Angkut 60 Ton Sampah dari TPS Liar
- Prosesi Pemakaman Mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi Berlangsung Haru dan Khidmat
- Kapolda Kepri Terima Audiensi DPD KSPSI AGN, Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas dan Iklim Investasi
- Ansar–Mensos Bahas Strategi Besar Kesejahteraan Kepri, Sekolah Rakyat hingga Perlindungan Sosial jadi Prioritas
- Program Nasional 3 Juta Rumah, Pemko Tanjungpinang Usulkan Ribuan Unit untuk MBR
- Dukung Produktivitas Nelayan, Pertamina Patra Niaga Resmikan SPBU 18.237.014 dan Permudah Akses BBM hingga ke Pelosok Negeri
- Sinergi Prajurit dan Rakyat: Sathantai Kodaeral IV Gelar Aksi Bersih Pantai Tanjung di Tanjung Uma
BINTAN (HK) – Presiden RI, Ir Joko Widodo, bersama sejumlah menteri kabinet sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, dengan sejumlah delegasinya, Selasa (25/1), di kawasan wisata Lagoi.
Dari pertemuan pemimpin kedua negara tersebut, menyepakati sejumlah kerjasama antar kedua negara, sebagaimana yang direncanakan, yang disampaikan Presiden RI Jokowi dalam keterangan persnya dengan disiarkan langsung di kanal youtube Sekretariat Presiden, beberapa kerjasama kedua negara.
Baca juga: Jokowi Bertemu PM Singapura di Bintan
Jokowi menyampaikan, pertemuan ini membahas upaya penguatan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang, terutamanya di bidang ekonomi, dan saling tukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan.
Pertama, penguatan kerja sama di bidang pemulihan ekonomi, Jokowi menyampaikan Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia.
“Sejak Januari hingga September 2021 total investasi mencapai US$ 7,3 miliar,” sebut Jokowi.
Pertemuan retreat itu, mencatat adanya investasi baru senilai US$ 9,2 miliar bagian usaha, antara lain di bidang energi terbarukan di sekitar Batam, Pulau Sumba, dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hak logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.
