BATAM (HK) – Meski Dinas Tenaga Kerja Kota Batam membuka dan mencatat ada 18 ribuan pencari kerja sepanjang 2022 ini, hal itu tidak sebanding dengan jumlah lowongan kerja yang ada sepanjang tahun ini.
Tak hanya itu, bursa kerja atau job fair yang digelar oleh Pemko Batam di Lapangan Sentosa Perdana (SP) Plaza, Sagulung belum lama ini juga belum bisa mengakomodir semua kebutuhan lapangan kerja masyarakat di kota Batam.
Bahkan, selama 3 hari Job Fair total diperkirakan lebih dari 12.000 berkas pelamar yang masuk ke meja petugas. Akan tetapi, jumlah tersebut tidak sebanding dengan lowongan yang dibuka 32 perusahan. Karena kondisi pengangguran di kota Batam sangat membludak.
Pasalnya, masih ada belasan ribu pencaker yang terus berusaha mendapatkan pekerjaan hingga saat ini mencari pekerjaannya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan kota Batam, Rudi Sakyakirti menyampaikan, sejak dibukanya job fair, pihaknya mencatat sudah menerima sekitar 18 ribu berkas pelamar. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan masih banyak orang yang pengangguran.
“Iya ada sebanyak sekitar 18 ribuan orang pencaker yang kita terima berkas lamarannya. Tetapi lowongan kerja masih sangat terbatas. Tak semua berkas pelamar dipanggil. Tergantung dari ketentuan perusahan dalam mencari kandidat yang tepat. Kalau tidak punya pengalaman atau tidak ada sertifikat perusahan tidak mau terima,” kata Rudi Sakyakirti belum lama ini.
Rudi juga mengatakan, jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lowongan kerja (loker) yang tersedia. Apalagi, pengurusan kartu AK1 atau kartu kuning yang dikeluarkan Dinasker Batam sebanyak 100 kartu per harinya.
“Jika dibandingkan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia, masih belum sebanding. Apalagi pengurusan kartu AK1 atau kartu kuning yang dikeluarkan dinas Disnaker Batam sebanyak 100 kartu per harinya,” katanya.
Meskipun demikian, kata Rudi melalui Pemko Batam, akan terus berupaya keras untuk mengurangi angka pengangguran di kota ini dengan memantau perkembangan industri di kota Batam dan berkoordinasi dengan pelaku industri untuk terus mengutamakan putera Puteri daerah sebagai pekerja.
“Akan tetapi, kami juga berharap agar masyarakat lebih aktif dengan usaha kemandirian agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan tidak bergantung dengan perusahaan,” harapnya.
Sementara, Wali kota Batam Muhammad Rudi sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Bahwasanya Pemko Batam berupaya untuk mengurangi angka pengangguran dengan mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan perekrutan tenaga kerja.
Namun disela-sela hal yang sama, Rudi pun malah mengajak masyarakat untuk bisa mandiri dengan menciptakan lowongan kerja bagi warga lain yang membutuhkannya. (hkc)
