TANJUNGPINANG (HK) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, mengoptimalkan potensi Pendapatan Daerah (PAD), khususnya yang bersumber dari hasil maritim Kepri, pada APBD 2023 mendatang.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Fraksi PDIP, Sahat Sianturi, di rapat paripurna pandangan fraksi fraksi DPRD Kepri, terkait nota keuangan dan Ranperda APBD Provinsi Kepri di tahun 2023, Kamis (10/11).
Dikatakan Sahat, sesuai dengan prioritas pembangunan pada tahun 2023, yang berfokus pada pembangunan ekonomi, infrastruktur, serta dari sumber daya manusia (SDM), yang berbudaya.
“Dalam upaya itu, maka peningkatan ekonomi masyarakat harus didasarkan pada pengoptimalan potensi daerah, khususnya potensi maritim. Hal ini mengingat Kepri yang 96 persen kawasan lautnya,” jelas Sahat.
Tak hanya itu, Sahat juga mengatakan, dari hasil evaluasi APBD Tahun 2023 sebesar Rp 4,111 Triliun, ada peningkatan. Dimana PAD sebesar Rp3,995 T, dari potensi selisih Rp116 miliar, dari pembiayaan Silpa Tahun 2022.
“Meskipun ditargetkan peningkatan pendapatan pada tahun 2023, namun untuk beberapa faktor retribusi mengalami penurunan,” ujar Sahat.
Untuk itu, Sahat meminta Pemerintah Provinsi Kepri untuk terus berkomitmen menjalankan pembangunan, sesuai rencana strategis yang dijalankan oleh setiap OPD Kepri.
“Hal ini dilakukan, agar output yang dihasilkan sesuai apa yang diinginkan,” tegas Sahat.
Tapi tak hanya pengoptimalan potensi maritim saja, lanjut Sahat, penanganan permasalahan masyarakat. “Khususnya pada pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh masyarakat masih menjadi catatan besar pemerintah,” imbuhnya.
“Khususnya pada penanggulangan banjir disejumlah titik di Provinsi Kepri, pengentasan kemiskinan, RTLH, dan pemulihan ekonomi hingga pengetesan pengangguran,” tegas Sahat.
Tak hanya Sahat, Juru Bicara Fraksi Golkar, Hadi Candra mewakili fraksi juga menyampaikan hal demikian, dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Kepri itu.
Hadi Candra mengingatkan, supaya pemerintah Provinsi Kepri lebih optimal dalam mengelola potensi kemaritiman yang hingga saat ini belum maksimal.
“Kami percaya, jika di kelola dengan baik akan meningkatkan PAD,” tegas Hadi Candra.(efr)
