BATAM (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk dapat terus mengendalikan inflasi. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid saat memantau langsung operasi pasar murah di BTC Bengkong Sadai, Selasa (1/11).
“Arahan Pak Wali Kota (Muhammad Rudi), Pemko Batam memang komitmen untuk terus mengendalikan inflasi,” kata Jefridin.
Operasi pasar Pemko Batam tersebut digelar di kecamatan-kecamatan se-Kota Batam dengan menggandeng asosiasi distributor bahan pokok. Tujuanya selain mengendalikan inflasi juga dapat membantu masyarakat.
Jefridin menyampaikan terimakasih atas partisipasi para distributor yang ikut menyukseskan program pasar murah ini. Hal ini sejalan dengan arahan Walikota Batam agar masyarakat dibantu untuk mendapat bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Kita sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dan selalu mendukung program Pemko Batam,” ujarnya.
Adapun upaya yang sudah di lakukan Pemko Batam untuk menekan angka inflasi adalah Operasi Pasar Murah (Disperindag), BLT (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat), Urban Farming, perluasan penanaman cabe (Dinas Ketapang), Subsidi Transportasi (Dinas Perhubungan). (mc)
Untuk diketahui, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, pada bulan September 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam menunjukan inflasi sebesar 1,08 persen. Inflasi terjadi karena kenaikan IHK dari 111,40 pada Agustus 2022 menjadi 112,60 pada September 2022.
Inflasi yang terjadi di Kota Batam terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok transportasi naik sebesar 6,97 persen; kelompok pendidikan naik sebesar 1,39 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,39 persen.
Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,32 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,12 persen.
Selanjutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,05 persen; serta kelompok kesehatan naik sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan sebesar 0,29 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,34 persen.
Sementara, kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya. Inflasi Batam jika dilihat dari tahun ke tahun, pada bulan September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,08 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan September 2021 sebesar 0,33 persen.
Tingkat inflasi tahun kalender September 2022 sebesar 5,01 persen, lebih besar dibandingkan inflasi tahun kalender September 2021 sebesar 0,66 persen.
Tingkat inflasi tahun ke tahun September 2022 terhadap September 2021 sebesar 6,87 persen, lebih besar dibandingkan dengan inflasi tahun ke tahun September 2021 terhadap September 2020 sebesar 2,17 persen. (r)
