“Bukan Kata Orang, Pastikan Kata BPOM”
BATAM (HK) – Rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat, supaya dapat melindungi dirinya dari dampak obat, dan makanan yang tidak memenuhi kriteria, maka Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam, kembali melaksanakan satu kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi dan Edukasi, bersama Pentahelix Kota Batam, Rabu (26/10), di Ballroom Aston Hotel Batam.
Kepala BPOM Batam, Lintang Purba Jaya dalam sambutannya mengatakan, situasi globalisasi menjadi salah satu tantangan yang sangat mempengaruhi pola hidup masyarakat, dan sistem perdagangan di Indonesia. Sehingga diperlukan sebuah pengembangan wawasan, komunikasi dan salahsatunya dengan Pentahelix.
“Maka, berkomunikasi dengan Pentahelix merupakan suatu perluasan dari strategi triple helix, dengan melibatkan berbagai unsur di masyarakat, maupun pada lembaga-lembaga non profit, dalam rangka mewujudkan inovasi dan kolaboradsi,” kata Lintang Purba Jaya, Rabu (26/10) pagi, di Ballroom Aston Hotel Batam.
Melalui kolaborasi sinergis ini, terang Kepala BPOM Batam, diharapkan terwujudnya suatu inovasi yang didukung oleh berbagai sumber daya yang berinteraksi secara sinergis secara rutin, dengan konsep Pentahelix.
“Konsep Pentahelix (multipihak) ini adalah, melakukan Komunikasi, Sosialisasi dan Edukasi (Komsosedu), dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, dan masyarakat atau komunitas, pelaku usaha, dan media, bersatu padu untuk berkoordinasi dan berkomitmen, dalam mengembangkan potensi informasi di bidang obat dan makanan kesehatan,” ungkap Lintang Purba Jaya.
Maka, imbuhnya, di dalam hal ini memerlukan upaya dari pemerintah khususnya melalui BPOM, untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen obat dan makanan, agar terhindar dari ancaman produk-produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.
“Sebab, saat ini sangat mudah dijumpai di pasar pasar, di toko toko dan di pinggir jalan, ada masyarakat yang menjual obat, suplemen dan makanan. Namun, kita tidak mengetahui dari fungsi dan dampak yang ditimbulkan, setelah mengkonsumsinya. Apaladi, di konsumsi secara banyak dan berkelanjutan,” kata Lintang.
Karena itu, pungkasnya, kami himbau masyarkat untuk lebih mewaspadai penggunaan ataupun mengkonsumsi produk obat, suplemen, dan makanan yang tak memenuhi syarat, atas ketentuan dan kebutuhan fisik tubuh.
“Ingat pesan kami, dalam menggunakan dan mengkonsumsi obat, suplemen dan makanan, secara aturan Kemeterian Kesehatan, yang ditindaklanjuti oleh BPOM. Yakni dengan semboyan “Bukan Kata Orang, Pastikan Kata BPOM”. Dengan menggali informasi di situs situs BPOM,” pungkas
Kepala BPOM Batam.
Sementara Dr Indah Permata Sari yang hadir sebagai narasumber pada kegiatan Komsosedu itu menghimbau, agar masyarakat cerdas ketika akan membeli dan mengkonsumsi produk-produk obat obatan dan makanan, termasuk obat tradisional (jamu), serta suplemen kesehatan, tanpa ada keterangan lengkap dan izin edar dari BPOM. Karena, akan bisa berdampak buruk pada fisik.
“Maka, untuk menggunakan maupun mengkonsumsi obat, obat tradisional jamu, serta suplemen kesehatan, harus lebih waspada dan berhati-hati. Sebab akan ada efek samping, atau dampak negatifnya terhadap tubuh. Apalagi dikonsumsi berlebihan,” ungkapnya.
Ingat dan terapkan pesan Menteri Kesehatan RI, ucap dr Indah, selalu CEK KLIK situs BPOM agar bisa mengetahui obat obat yang akan digunakan dan dikonsumsi itu. “Yaitu Cek Kemasan (kemasan dalam kondisi baik, tidak penyok dan tidak bocor), Cel Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluarsa,” tukas dr Indah.
Sedangkan narasumber untuk informasi masyarakat, disampaikan oleh Duta Remaja Kota Batam, Arindhia Dasmara. Dalam pemaparan, pelajar SMAN 1 ini mengatakan, masyarakat dapat untuk mencek izin edar obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik maupun pangan olahan terkemas, yang sudah terdaftar di Badan POM Batam.
“Yakni, melalui Aplikasi Cek BPOM dan Aplikasi BPOM Mobile. Dengan demikian, kita dapat untuk mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalam obat, suplemen, jamu, dan makanan itu, yang bisa menimbulkan efek negatif pada fisik kita,” ungkap Arindhia Dasmara.
Contohnya, sebut Duta Remaja Kota Batam ini, agar selalu waspada terhadap bahan berbahaya yang kerap ditambahkan kemakanan kita. “Seperti boraks, formalin, rhodamin B dan methanil yellow,” ucapnya.
“Karena itu, untuk menghindari hal hal yang tak diinginkan. Maka, jadilah konsumen cerdas dan berdaya, dengan meningkatkan pengetahuan literasi, serta katakan “tidak pada hoaks”.
Dan pastikan kita mendapat informasi obat obatan, suplemen dan makanan, dari sumber yang valid, serta terpercaya. Terutama bagi teman teman generasi muda di Batam,” ujar Arindhia Dasmara. (nov).
