BATAM (HK) – PT Vanda Energy Indonesia terus mendorong pengembangan energi terbarukan melalui proyek strategis Vanda Solar & Battery yang berlokasi di Kabupaten Karimjn, Provinsi Kepulauan Riau. Proyek ini menjadi bagian penting dari kerja sama energi hijau antara Indonesia dan Singapura.
Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari Vanda RE, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Gurīn Energy, pengembang energi terbarukan berbasis di Singapura yang fokus pada pengembangan tenaga surya, angin, dan penyimpanan energi di Asia.
Proyek Vanda Solar & Battery dirancang sebagai pembangkit listrik tenaga surya berskala besar dengan kapasitas mencapai 2.000 megawatt (MW) serta didukung sistem penyimpanan energi baterai sebesar 4.400 megawatt hour (MWh). Proyek ini termasuk dalam pengembangan “Koridor Ekonomi Hijau” Indonesia–Singapura.
Direktur PT Vanda Energy Indonesia, Enda Ginting, mengatakan proyek lintas batas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil global.
“Proyek berskala besar seperti ini mendorong masuknya investasi asing langsung ke Indonesia, menarik produsen teknologi ramah lingkungan, serta menciptakan lapangan kerja hijau bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional serta mendukung kebutuhan energi bersih di kawasan, termasuk Singapura.
Dorong Investasi dan Industri Hijau
Pengembangan proyek ini diperkirakan mampu menarik investasi asing langsung hingga USD50 miliar ke Indonesia. Selain itu, proyek ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan industri manufaktur energi terbarukan di dalam negeri.
Sejumlah perusahaan global telah terlibat dalam proyek ini, di antaranya Trinasolar, LONGi Green Energy Technology, Black & Veatch, serta Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL).
Kolaborasi ini sekaligus mendukung pemenuhan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memperkuat rantai pasok industri energi bersih di Indonesia.
Perkuat Kawasan BKK sebagai Pusat Industri Hijau
Pada Maret 2026, pemerintah Indonesia dan Singapura kembali menegaskan komitmen untuk mengembangkan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BKK) sebagai pusat industri ramah lingkungan berbasis energi bersih.
Selain itu, Indonesia juga mendorong program ekspor listrik tenaga surya sebagai bagian dari target pengembangan energi bersih nasional sebesar 100 gigawatt (GW).
Dampak ke Masyarakat Lokal Karimun
PT Vanda Energy Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Karimun pada Januari 2026 untuk mendukung pengembangan proyek, khususnya di Pulau Sugi.
Kerja sama tersebut mencakup pembangunan infrastruktur publik, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta penyediaan energi bersih untuk kebutuhan daerah.
Proyek ini diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal, termasuk peningkatan fasilitas umum dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.
Dengan berbagai capaian dan dukungan lintas sektor, proyek Vanda Solar & Battery dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam percepatan transisi energi dan penguatan ekonomi hijau di Indonesia, khususnya di Kepri. (dam)

