Teks Foto :
Buku Biografi Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II terbit, menghidupkan kembali jejak sejarah Kerajaan Riau-Lingga
BINTAN (HK) – Upaya merawat ingatan sejarah dan memperkuat identitas budaya Melayu Kepulauan Riau memperoleh kontribusi baru melalui terbitnya buku Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II: Jejak Sejarah Kerajaan Riau-Lingga Terakhir 1885–1911.
Diterbitkan oleh STAIN Sultan Abdurrahman Press pada September 2026, buku biografi ini menghimpun hasil kajian dan pemikiran sejumlah tokoh serta peneliti yang memiliki perhatian terhadap sejarah Melayu dan Kerajaan Riau-Lingga.
Buku setebal 300 halaman tersebut merupakan hasil pengembangan kajian yang berangkat dari seminar yang melibatkan sejumlah tokoh Kepulauan Riau.
Kehadirannya diharapkan memperkaya literatur sejarah lokal sekaligus menjadi sumber rujukan bagi masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan generasi muda dalam memahami perjalanan sejarah kerajaan Melayu di wilayah Kepulauan Riau.
Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah Unit Studi Melayu, dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) sebagai penanggung jawab.
Penerbitan buku tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan warisan sejarah dan memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan mengenai tokoh-tokoh penting dalam perjalanan sejarah Melayu.
Salah satu penulis buku yang juga pernah menjabat sebagai Ketua STAIN SAR Kepri periode 2018–2026, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan pentingnya karya kolaboratif dalam merekam perjalanan sejarah Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II.
“Buku biografi ini merupakan hasil kerja bersama tim penulis yang berupaya menghimpun kajian, perspektif, dan pengetahuan mengenai Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II.
Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur sejarah Melayu serta menjadi bahan pembelajaran bagi generasi mendatang,” tegasnya, Senin (26/10/2026).
Buku ini ditulis oleh tim yang terdiri atas Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.; Aswandi Syahri, S.S.; Rida K. Liamsi; Tengku M. Fuad; Dr. Endri Sanopaka, M.P.M.; Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A.; Dedi Arman, S.S., M.M.; Rendra Setyadiharja, S.Sos., M.I.P.; Syahrul Rahmat, M.Hum.; dan Deddy Arsya.
Proses penyuntingan dilakukan oleh Romi Aqmal, M.Si., sedangkan penyuntingan penerbitan ditangani P3M STAIN Kepri. Tata letak dan desain sampul dikerjakan oleh Eko Riady, S.H.
Untuk memperkuat perspektif kesejarahan dan kebudayaan, buku ini turut memuat sambutan dari sejumlah tokoh, yakni Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, Dr. Drs. H. M. Juramadi Esram, S.H., M.T., M.H.; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau, Jumhari, S.S., M.Hum.; Ketua STAIN SAR Kepri periode 2022–2026; Ketua Dewan Penyantun, Dr. H. Hardi S. Hood, M.Si.; serta zuriat Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II dari Pulau Penyengat, Tengku Armizan.
Sementara itu, editor buku, Romi Aqmal, M.Si., memiliki peran dalam memastikan naskah tersusun secara sistematis dan memiliki keterpaduan antarbagiannya.
Proses editorial menjadi bagian penting dalam menghadirkan karya sejarah yang informatif, mudah ditelusuri, dan dapat dimanfaatkan oleh pembaca dari berbagai kalangan.
Terbitnya buku ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerhati budaya, dan tokoh masyarakat dalam mendokumentasikan sejarah daerah.
Kajian sejarah tidak hanya berfungsi merekam peristiwa masa lampau, tetapi juga membantu masyarakat memahami pembentukan identitas, nilai budaya, dan perjalanan sosial suatu wilayah.
Melalui penerbitan ini, STAIN SAR Kepri melalui STAIN SAR Press diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan literatur akademik yang berakar pada sejarah dan kebudayaan Melayu.
Buku Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II: Jejak Sejarah Kerajaan Riau-Lingga Terakhir 1885–1911 diharapkan menjadi salah satu referensi yang mendorong penelitian lanjutan serta menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap warisan sejarah Kepulauan Riau.
Buku dengan ISBN 978-623-89937-3-4 ini merupakan cetakan pertama yang diterbitkan pada September 2026 oleh STAIN Sultan Abdurrahman Press, Pada kesempatan tersebut, buku juga diserahkan kepada sejumlah penulis sebagai bagian dari apresiasi atas kontribusi mereka dalam penyusunan karya kolaboratif tersebut. (r/eza)





