BATAM BINTAN PENDIDIKAN

Mahasiswa UiTM Malaysia Kunjungi Batam Mengenal Budaya Melayu, EduXplore Indonesia Pererat Pertukaran Budaya dan Promosi Pariwisata

Teks Foto :
Kunjungan Universiti Teknologi MARA ke Gedung LAM Kepri, Masjid Raya Batam Engku Hamidah, Dispar Batam dan ikon Welcome to Batam.

BATAM (HK) – Kota Batam kembali menjadi tujuan kunjungan edukasi internasional melalui program EduXplore Indonesia yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada 22 hingga 25 Oktober 2026 ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kedua negara melalui pertukaran budaya, pengenalan sejarah, serta promosi potensi pariwisata daerah.

2 Kilogram Sabu Bersama 3 Tersangka Berhasil Diamankan Personel Brimob Polda Kepri BKO PT Sambu di Inhil Riau

Koordinator travel yang mendampingi rombongan ke Bata Muhammad Jaya Putra menjelaskan,
hari pertama rombongan mengunjungi kampus UNRIKA dengan menggelar conference session.

Kemudian, hari kedua mengunjungi kantor Dinas Pariwisata Kota Batam dan ITEBA Bench Making.

Selanjutnya pada hari ketiga wisata edukasi mangrove pandang tak jemu serta CSR di panti Restu Ilahi, Nongsa Batam.

“Kedepan nantinya juga akan diadakan grand summit serta perhelatan antar lintas kampus oleh UiTM Malaysia di kota Batam mendatang yang digelar pada tahun 2027,”
ujar Muhammad Jaya Putra.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah destinasi penting di Kota Batam, di antaranya Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau, Masjid Raya Batam Engku Hamidah, serta ikon kota Welcome to Batam yang telah menjadi salah satu landmark kebanggaan masyarakat setempat.

UiTM Malaysia dan Kecamatan Nongsa Lestarikan Mangrove, Melalui EduXplore Perkuat Hubungan Persaudaraan Dua Negara

Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda wisata edukatif, tetapi juga sarana bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat identitas budaya Melayu, nilai-nilai adat istiadat, sejarah, serta perkembangan Kota Batam sebagai salah satu kota strategis di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Penasehat Program EduXplore Indonesia, Dr. Jamaliah Binti Md Said, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung di luar lingkungan kampus. Melalui kunjungan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami keragaman budaya Indonesia sekaligus memperluas wawasan mengenai hubungan sosial dan kebudayaan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Kehadiran rombongan Universiti Teknologi MARA juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kerja sama antarlembaga pendidikan serta memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing negara. Terlebih, pihak universitas turut membawa tim kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Malaysia dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi MARA Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia, dalam program EduXplore Indonesia.

Menurut Ardi, kunjungan ini menjadi kesempatan positif bagi Kota Batam untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu sekaligus menunjukkan potensi pariwisata daerah kepada masyarakat internasional, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda.

Batam Turunkan 442 Atlet di Porprov Kepri, Bidik Takhta Juara Umum

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi MARA Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia. Kegiatan ini sangat luar biasa karena menjadi kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memperkenalkan kebudayaan masing-masing negara,” ujar Ardi Winata.

Ia menjelaskan, keberadaan Lembaga Adat Melayu memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat, tradisi, serta identitas budaya Melayu yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Kota Batam dan Kepulauan Riau.

Melalui kunjungan ke Gedung LAM Kepri, para peserta dapat memperoleh gambaran mengenai sejarah dan peran adat Melayu dalam kehidupan masyarakat. Pertemuan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pemahaman lintas budaya serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.

Ardi menambahkan, pertukaran kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu bentuk hubungan positif yang perlu terus dikembangkan. Kedekatan geografis dan kesamaan akar budaya Melayu menjadi modal penting untuk mempererat persahabatan kedua negara.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa Batam bukan hanya dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, sejarah, serta destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi,” katanya.

Ardi Winata juga menilai kegiatan EduXplore Indonesia sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Batam dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan daya tarik Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, berbagai kegiatan kunjungan edukatif dan pertukaran budaya dapat menjadi sarana promosi yang efektif. Para peserta tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung yang dapat dibagikan kepada lingkungan kampus dan masyarakat di negara asal mereka.

Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, yang mendorong peningkatan investasi serta pengembangan destinasi pariwisata sebagai bagian dari penguatan perekonomian daerah.

Dengan semakin banyaknya kunjungan akademisi, mahasiswa, dan wisatawan mancanegara, Batam diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai kota tujuan wisata, pendidikan, perdagangan, dan investasi yang strategis.

Rangkaian kunjungan ke Masjid Raya Batam Engku Hamidah dan ikon Welcome to Batam juga memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat langsung karakter Kota Batam, mulai dari kehidupan religius masyarakat, perkembangan perkotaan, hingga daya tarik landmark yang menjadi simbol kota.

Program EduXplore Indonesia diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh peserta, khususnya dalam memperluas wawasan mengenai kebudayaan, pariwisata, dan kehidupan masyarakat di Indonesia.

Selain menjadi sarana pembelajaran di luar kampus, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antargenerasi muda Indonesia dan Malaysia melalui interaksi langsung, dialog, serta pengenalan tradisi dan kebudayaan masing-masing.

Kehadiran tim kebudayaan dari pihak universitas turut menambah nilai kegiatan karena membuka ruang untuk saling memperkenalkan kesenian, tradisi, dan identitas budaya kedua negara.

Melalui kegiatan tersebut, Kota Batam diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan antara kekayaan budaya Melayu, kehidupan masyarakat yang beragam, serta perkembangan kota modern yang dinamis.

Kunjungan EduXplore Indonesia pada 22–25 Oktober 2026 pun menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya yang mempertemukan dunia pendidikan dan pariwisata. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut sehingga hubungan Indonesia dan Malaysia semakin erat, sekaligus memperkuat promosi pariwisata Kota Batam ke tingkat internasional. (r/eza)