NATUNA

Kabut Asap Tambah Menjadi-jadi, Bupati Cen: Kita BDR Lagi

NATUNA (HK) – Kabut asap kiriman di Natuna terlihat tambah menjadi-jadi. Asap ini menggangu visibiltas dan berpotensi mengganggu kesehatan.

Mengacu pada kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Natuna telah secara memutuskan untuk menerapkan kembali kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk seluruh sekolah yang ada di lingmungan Pemkab Natuna.

Keputusan tersebut dijalankan melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 400.3.1/369/DISDIKBUD-UP3/IX/2026 Tentang Pemberitahuan Belajar Dari Rumah (BDR)dan penegasan penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna akibat dampak bencana kabut asap.

“Udaranya tidak sehat lagi, BDR harus diterapkan lagi” tegas Bupati Natuna, Cen Sui Lan di tempat kerjanya, Jumat (18/9/2026) melalui telepon.

Ia kembali menegaskan, Pemerintah Kabupaten Natuna tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan pada masa-masa bencana seperti yang belakangan ini terjadi.

Tak Mau Harga Pangan Mahal, Bupati Cen : Saya akan Minta Bantu ke Menko Pangan

“Kita sedang menghadapi bencana, maka kesehatan harus jadi yang utama. Surat Edaran mengenai perpanjangan ini sudah dibuat dan diedarkan,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Umar Wira Hadi Kusuma mengakui hal yang sama.

“Ya kita BDR lagi. Pimpinan sudah mengeluarkan instruksi karena kabut asap mulai tebal lagi. Udara sudah dinyatakan tidak sehat,” kata Umar.

Dikatakannya, ketentuan ini akan berlaku selama beberapa hari ke depan atau tepatnya mulai tanggal 19 September sampai dengan tanggal 23 September 2026, yang mana seluruh sekolah yang berada di lingkungan Pemkab Natuna harus mengikutinya.

“Surat Edaran sudah kita kirim ke sekolah untuk dijalankan oleh semua sekolah,” tutupnya.

Bupati Cen Serahkan Bansos Miskin Ekstrem dan Lansia Tahap II

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Natuna telah menerapkan kebijakan belajar dari rumah secara berturut sebanyak dua kali penerapan akibat tercemarnya udara lantaran adanya asap kiriman. (fat).