BATAM EKONOMI

XLSMART Hubungkan Batam hingga Jepang Lewat Kabel Laut CANDLE 8.000 Km

Peluncuran Golden Buoy proyek CANDLE Cable System di Tanjung Bemban, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Jumat (11/9/2026).

BATAM (HK) – Posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang konektivitas digital Indonesia ke kawasan Asia semakin diperkuat. Hal itu menyusul mendaratnya Golden Buoy CANDLE Cable System di Tanjung Bemban, Batam, Jumat (11/9/2026).

CANDLE merupakan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan hingga Jepang.

Proyek yang digarap PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama sejumlah perusahaan global tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Kehadiran kabel laut ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia sekaligus membuka peluang bagi Batam untuk semakin diperhitungkan sebagai hub data center dan konektivitas digital di kawasan Asia.

Batam dipilih sebagai salah satu landing point karena memiliki posisi geografis yang strategis. Selain berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, Batam dalam beberapa tahun terakhir juga berkembang sebagai lokasi data center dan pusat aktivitas perusahaan teknologi serta telekomunikasi.

Sambut Mid-Autumn Festival, Grand Mercure Batam Centre Hadirkan Mooncake Eksklusif “Moonlit Harmony”

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, mengatakan pembangunan CANDLE merupakan investasi strategis untuk menjawab kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang.

“Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global,” ujar Andrijanto.

Menurutnya, keberadaan CANDLE tidak sekadar menambah jalur kabel laut. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi dunia usaha Indonesia untuk terhubung dengan ekosistem digital regional.

Batam Terhubung Langsung ke Jaringan Asia
Dengan beroperasinya CANDLE nantinya, data center di Batam akan memiliki akses konektivitas ke negara-negara yang berada di sepanjang jalur kabel tersebut.

Hal ini menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan digital berkapasitas tinggi, terutama untuk cloud computing, artificial intelligence (AI), pertukaran data dan berbagai layanan digital lainnya.

Vanda RE Dorong Ketahanan Finansial Keluarga Nelayan di Karimun

Bagi dunia usaha, konektivitas yang lebih besar juga menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi pengembangan data center maupun investasi berbasis teknologi.

Andrijanto mengatakan pelanggan enterprise akan mendapatkan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas dengan kapasitas tinggi serta kemampuan jaringan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

“Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital,” katanya.

Pembangunan CANDLE sendiri telah dimulai sejak Desember 2024. Sistem kabel laut tersebut dikembangkan melalui kolaborasi XLSMART bersama Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia dan SoftBank Japan. Sementara NEC menjadi mitra teknologi dalam proyek tersebut.

Peluang Baru bagi Ekonomi Digital Batam
Masuknya jaringan kabel laut internasional berkapasitas besar ke Batam berpotensi memberikan efek berantai terhadap perkembangan ekosistem digital daerah.

Hadiri Maulid Nabi di Lubukbaja, Hendrik Ketua DPC PKB Batam Serukan Silaturahmi sebagai Benteng Persatuan

Tidak hanya data center, kehadiran konektivitas tersebut dapat mendukung pertumbuhan berbagai aktivitas bisnis yang membutuhkan akses jaringan global dengan kapasitas besar dan tingkat keandalan tinggi.

Batam pun memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai penghubung antara Indonesia dengan pusat-pusat ekonomi digital Asia.

XLSMART menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Proses perizinan juga terus berjalan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Andrijanto menegaskan, CANDLE bukan hanya pembangunan jalur konektivitas baru, tetapi bagian dari upaya memperluas akses Indonesia ke ekosistem digital regional.

“Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha, mendukung pertumbuhan ekosistem digital, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital Asia,” pungkasnya. (dam)