BINTAN (HK) – Meskipun terbilang baru terbentuk, tak tanggung-tanggung, Malaka Expedition Cycling Club (MCC) Tanjungpinang-Bintan langsung tancap gas dan tampil perkasa dalam ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan yang digelar di Kawasan Pariwisata Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 21–23 Agustus 2026.
Tour de Bintan itu sendiri diikuti sebanyak 800 pembalap dari 42 negara. Sementara MCC sendiri menerjunkan sebanyak 21 pembalap dari beberapa kategori usia di kelas Road Race Grand Fondo Discovery, dengan jarak tempuh 45 kilometer mengunakan jenis sepeda Polygon berbagai jenis.
MCC yang baru terbentuk langsung tancap gass program latihan yang dibina langsung Coach Aditia Prabowo
Tidak tanggung-tanggung, Ketua MCC Trio bersama team memasang target realistis mengingat persiapan yang singkat dan maksimal memberikan prestasi terbaik di kelasnya.
“Puji Syukur dan terbukti, dari 4 gelar juara yang diperebutkan, tim MCC bisa memperoleh kemenangan maksimal dan naik podium meraih hadiah,” kata Aditia Prabowo, pada media awak media, Senin (24/08/2026).
Diterangkan, diantara Tim MCC yang meraih kemenangan, yakni atas nama Mutia Tri Noviani untuk kelas Women 19–34 tahun, kemudian, Karmila, kelas Women usia 40–44 tahun, Nurtiwi Retno Wuryanti, Women 50–54 tahun, termasuk Piter Tanjaya, dari kelas Men 55–59 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Mutia Tri Noviani menyampaikan kegembiraan sekaligus kebahagiaannya atas raihan prestasi yang dicapainya dalam ajang
internasional Tour de Bintan tersebut.
“Allhamdullilah, tentunya saya merasa senang bersama bahagia dengan hasil yang di raih,”ungkap Mutia
Mutia mengungkapkan, sejak awal start dirinya sempat was-was dan merasa kurang yakin atas capaian prestasi di raihnya.
“Pasalnya, banyak pembalap dari luar negeri cukup handal, tapi kita tampil sesuai strategi yang diberikan oleh pelatih dan tidak menyangka bisa di posisi 1 hingga garis finish,”ucap Mutia dengan sepeda Polygon Helios kesayangan dan kebanggaannya.
Diakuinya, bahwa ajang internasional Tour de Bintan ini merupakan pengalaman yang luar biasa berhadapan dengan pembalap nasional dan internasional cukup terkenal.
Ia juga mengakui, sempat di awal sedikit alami kesusahan menyesuaikan, namun berkat bekal latihan konsisten selama ini akhirnya ia bisa menyelesaikan dengan sempurna.
“Prinsipnya, kata pelatih “Stell Yakin Aja”, hal itulah yang saya tanamkan saat perlombaan,”paparnya.


Hal serupa juga dikatakan Karmila, seorang wanita yang sehariannya sebagai ibu rumah tangga (IRT) biasa, sembari usaha dagang bubur, puding & kue basaha.
“Awalnya hanya bersepeda menemani suami , namun terus aktif hingga mencoba join Tour De Bintan , syukur juga memberikan sumbangsih sebagai juara 3,”ucapnya bangga.
Hal yang lebih menariknya, ungkapan yang disampaikan Nurtiwi Retno Wuryanti, SE, M.MPub Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Kepri akrab disapa Tiwi mengungkapkan kebanggaannya yang mengaku baru pertama tampil dan langsung meraih juara dengan sepeda Polygon Strattos S7 terbaru yang berhasil melaju dan menanjak mantap hingga meraih kemenangan.
“Pastinya saya merasa bangga dan bahagia atas pencapaian ini, dN tidak tak sia-sia bersepeda selama ini, dan keraguan awalnya, akhirnya terjawab dengan berhasil berdiri di podium ke 3 menjadi sumbangsih Indonesia naik podium bertepatan HUT RI ke-81,”tutur wanita terkenal ramah dengan sepeda Polygon Helios kesayangannya, usai menjuarai balap sepeda, salah satu cabang olahraga masuk ajang nasional maupun internasional ini.
Menurutnya, apa yang dicapainya tersebut, merupakan awal yang baik untuk meraih prestasi lebih meningkatkan lagi kedepannya.
“Semoga kedepan makin baik,”ungkap wanita terkenal ramah dan baik hati ibu
Tiwi menuturkan, perjalanan ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, konsistensi, perjuangan, dan keberanian untuk terus menantang diri sendiri.
“Setiap tanjakan, setiap kilometer, dan setiap rasa lelah menjadi bagian dari perjalanan menuju pencapaian ini,”ungkap Tiwi
Tiwi melaju & menanjak mantap dengan sepeda Polygon Strattos S7 terbaru
Dengan penuh keyakinan, ia berpesan, bahwa usia boleh terbilang senja, namun semangat wajib di pacu seperti memacu roda sepeda agar tetap sehat, jiwa dan raga.
“Terima kasih kepada Allah yg telah memberi kekuatan dan umur panjang dan terimakasih kepada keluarga, Pembina Polygon & MCC, sahabat, rekan-rekan, dan semua yang telah memberikan dukungan serta semangat,”sebut Tiwi

Ungkapan yang sama disampaikan pembina MCC sekaligus keluarga besar Dealer Polygon Roda Malaka Piter Tanjaya yang dalam kesempatan tersebut ia juga turut ambil bagian dan menangkan posisi juara 3 di category usianya.
“Kegiatan internasional Tour de Bintan ini merupakan event balap sepeda perdana yang saya ikuti,”ungkap Piter Tanjaya.
Ia mengungkapkan, apa yang diraihnya kali ini juga tidak terlepas dorongan dari tim MCC yang dibarengi latihan selama beberapa bulan terakhir.
“Sejak dari start hingga finish sesuai pace dan kemampuan agar strong finish, upaya bahagia dan hidup sehat ini merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa hasil dari konsisten berlatih,”ujarnya.
Piter Tanjaya berharap, dengan raihan yang dicapai tersebut, dirinya kedepan akan semakin giat lagi bersepeda dan berlatih
“Semoga dengan ini kita makin giat bersepeda, dan harapan kedepannya makin banyak masyarakat khususnya Tanjungpinang dan Bintan yg menyukai olahraga sepeda. Olahraga ini seru karna tidak monoton terpusat disatu tempat, kita bisa ramai-ramai bersepeda santai dengan rute-rute cukup bagus,”paparnya.
Disamping itu, lanjutnya, bisa juga bersepeda sambil wisata olahraga. Karena sepeda itu bukan hanya prihal balapan dan prestasi.
“Disana juga ada Funbike dan Sport Tourism. Yang jelas berkumpul, bersepeda dan bahagia, sambil menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,”imbuh
Piter Tanjaya dengan bangga usai berhasil mengayuh lenggang ke podium dengan Polygon Strattos C9 yang baru saja launching tahun 2026 ini.(nel)





