TANJUNGPINANG (HK) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinag memberikan perlindungan kepada peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi melalui pelatihan yang digelar di Aula Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pengembangan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kota Tanjungpinang, Senin 18 Mei 2026.
Perlindungan tersebut diwujudkan dengan diserahkannya kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta pelatihan pada saat pembukaan pelatihan secara simbolis
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri, H. dr. Tengku Afrizal Dahlan, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, Dr. H. Diky Wijaya, M.Si, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Iwan Kurniawan, serta para peserta.
Iwan Kurniawan mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang ikut berpartisipasi aktif dalam upaya mendukung peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja.
“Diserahkannya kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pelatihan berbasis kompetensi yang berfokus pada perlindungan dan kesejahteraan peserta,”kata Iwan
Menurut Iwan, peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) tetap memiliki resiko dalam bekerja, sehingga membutuhkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
““Selain mendapatkan pelatihan keterampilan, seluruh peserta secara otomatis terdaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini juga agar mereka merasa aman dan nyaman selama mengikuti pelatihan,” terangnya.
Menurut Iwan, perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan menjadi bentuk kepedulian terhadap para calon tenaga kerja agar dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas tanpa khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi.
“Pendaftaran peserta pelatihan ke dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam menciptakan ekosistem pelatihan kerja yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan rasa aman selama proses pelatihan berlangsung,”ungkap Iwan.(nel)

