LINGGA (HK) – Aktivitas daring warga Dusun 1 Desa Kelumu, Kabupaten Lingga, lumpuh akibat matinya jaringan seluler XL. Gangguan tersebut berdampak langsung pada akses informasi dan komunikasi masyarakat, terutama penggunaan aplikasi berbasis internet seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram.
Hingga kini, XL menjadi satu-satunya operator telekomunikasi yang beroperasi di wilayah tersebut. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, jaringan XL di Dusun 1 Desa Kelumu kerap mengalami gangguan dengan kualitas sinyal yang lemah.
Namun kali ini, jaringan dilaporkan mati total sehingga semakin menyulitkan aktivitas warga yang sangat bergantung pada koneksi internet.
Salah satu pemuda Desa Kelumu, Zainal, menyampaikan keprihatinannya atas gangguan jaringan yang terus berulang. Ia menilai perlu adanya langkah konkret dari pemerintah desa untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Alangkah baiknya pihak Desa Kelumu segera berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Kabupaten Lingga terkait kejadian ini. Kita tahu, di era sekarang hampir semua aspek membutuhkan jaringan internet, mulai dari kantor desa, sekolah, hingga pelayanan publik,” ujar Zainal, Senin (26/1/2026).
Zainal juga menyoroti adanya kesenjangan antara program pemerintah pusat yang mendorong pemerataan digital hingga pelosok desa dengan realita yang dirasakan masyarakat Dusun 1 Desa Kelumu. Menurutnya, manfaat digitalisasi belum sepenuhnya dirasakan oleh warga setempat.
Ia berharap pihak penyedia layanan, khususnya XL, dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta mencari solusi permanen atas permasalahan jaringan yang kerap terjadi.
“Permasalahan ini sudah lama menjadi keresahan masyarakat Dusun 1 Desa Kelumu. Bahkan pemuda-pemudi di sini merasa jengkel dengan keberadaan tiang jaringan yang hanya mengandalkan ketinggian, namun tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung digitalisasi,” tambahnya.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar akses jaringan internet di Dusun 1 Desa Kelumu segera diperbaiki demi menunjang kebutuhan komunikasi, pendidikan, dan pelayanan publik secara optimal. (tir)

