LINGGA (HK) – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga menggelar lomba senam peregangan otot tubuh dan fashion show, Selasa (8/11) malam,
di Gedung Nasional Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) .
Kemeriahan pun terlihat, saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Lingga, menggelar lomba dan kegiatan tersebut berlangsung.
Kepala Dinas Kesehatan Lingga, dr Bukit Gultom mengatakan, dalam memperingati HKN ke 58, ada 2 perlombaan yang diadakan. Yakni lomba senam peregangan otot tubuh dan fashion show.
“Dengan adanya 2 perlombaan yang dilaksanakan, kemungkinan tidak dapat dilakukan hingga malam ini secara keseluruhan. Maka akan kita lanjutkan lagi pada hari esoknya. Lantaran, ada beberapa peserta yang belum tampil,” ujar dr Bukit Gultom.
Gultom menambahkan, kita melihat kegiatan ini sangat menarik, sehingga lomba fashion show dengan mengenakan Busana Melayu bertudung Manto, diikuti pula oleh para tenaga kesehatan (Nakes), di wilayah Lingga.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk pelestarian pakaian atau busana Melayu di Lingga, oleh pihak Dinkes. Karena itu, mati kita lestarikan adat budaya dengan baik dan benar,” papar
Kepala Dinas Kesehatan Lingga.
Diterangkannya, kain penutup kepala bagi kaum perempuan ini menjadi warisan budaya yang masih digenggam kuat oleh masyarakat Lingga, hingga saat ini. Dan kilauan warna mencolok yang khas, seperti kuning, hijau, merah, hitam serta putih, tampak mewarnai para peserta saat tampil mengenakan Tudung Manto, pada lomba fashion show tersebut.
“Tudung Manto ini memang berbentuk seperti selendang, yang menjadi pelengkap busana adat perempuan Melayu di Lingga. Sedangkan kain tipis penutup kepala ini berpadu dari berbagai jenis kain. Seperti kain kase, kain sifon, kain sari, dan kain sutera,” terang Gultom.
Sebagaiman diketahui, ciri khas utama Tudung Manto memiliki hiasan berbagai motif, yang dibuat menggunakan kawat lentur. Seperti benang berwarna perak atau emas, yang di sebut genggeng atau kelingkan.
Sehingga membuat pesona tersendiri bagi masing-masing peserta yang tampil saat berjalan di atas karpet malam itu. Yang diwarnai oleh sorak sorai masyarakat yang hadir mendukung peserta, sehingga membuat suasana semakin meriah.
Kepala Dinkes Lingga, dr Bukit Tua Rayanto Gultom mengatakan bahwa, peringatan HKN yang mereka gelar bukan hanya visi pembangunan kesehatan, tapi juga turut serta melestarikan hal-hal yang berkaitan dengan ke-Melayuan di Lingga.
“Kita melestarikan adat dan Budaya Melayu, beserta untuk mempromosikan kerajinan Melayu Kabupaten Lingga, khususnya Tudung Manto,” kata dr Bukit Gultom.
Maka, ia pun memberikan apresiasi kepada para peserta yang antusias mengikuti perlombaan tersebut, baik itu dari kegiatan Fashion Show Busana Melayu Bertudung Manto maupun senam peregangan otot tubuh.
Sehingga, kreativitas para peserta dalam penampilannya, membuat Kepala Dinkes Lingga ini dan para tamu undangan yang hadir, dengan senang memberikan standing applause.
“Ya, kita senang. Karena, mereka sudah menampilkan penampilan-penampilan terbaiknya. Dan berharap melalui HKN ke 58 ini mutu pelayanan dan pengembangan kesehatan di Lingga terus meningkat lebih baik lagi,” pungkas Kepala Dinkes Lingga.(tbn)
