BATAM (HK) – Yayasan Kepri Sumber Daya Utama (Kesuma) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam PT. Surveyor Indonesia Batam, PT. Sucofindo Cabang Batam dan Universitas Riau Kepulauan (Unrika) melakukan penanaman 3000 bibit mangrove.
Program aksi menanam bibit mangrove ini dilakukan di pesisir Pulau Kubung, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Kota Batam bersempena dengan HUT BP Batam ke 51, Sabtu (28/10/2022).
Kegiatan dilaksanakan mulai dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB. Pemilihan waktu kegiatan pada pukul itu menyesuaikan dengan kondisi surut air laut di lokasi.
Ketua Pembina Yayasan Kesuma, H. Ismeth Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, upaya penyelamatan lingkungan dengan
penanaman untuk keberlangsungan hidup hutan mangrove merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat.
“Maka untuk itu sebelum terlambat bagi kita untuk mulai beraksi guna menyelamatkan hutan mangrove di Batam, Save Mangrove Save The World,” kata Ismeth Abdullah.
Mantan Gubernur Kepri itu menyampaikan terimakasih atas dukungan dari BP Batam yang telah mensponsori kegiatan tersebut dan PT. Surveyor Indonesia Batam, PT. Sucofindo Cabang Batam dan Universitas Riau Kepulauan, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan sesuai yang direncanakan.
Ketua yayasan Kesuma, Yarsi Efendi mengatakan, bibit mangrove yang ditanam adalah bibit yang sudah layak pindah (tanam) umur 5 bulan. Untuk membantu bibit terlindung dari terjangan ombak, maka digunakan ajir (tiang pancang penyangga) yang ditancapkam ke tanah.
Bibit kemudian diikatkan pada tiang pancang yang ditancapkan di samping bibit tersebut. Tiang pancang yang digunakan dibuat dari kayu dengan diameter minimal 7,5 cm, panjang 1 meter, dan runcing di bagian bawahnya, ditancapkan ke dalam lumpur sedalam kurang lebih 0,5 meter.
“Dengan pola tanam seperti ini diharapkan
keberhasilan tumbuh dan berkembang bibit cukup besar. Penanaman bibit mangrove berlangsung dengan baik, dimana peserta kegiatan aksi
tanam mangrove ini dengan penuh semangat menanam bibit bibit mangrove tersebut,” ujar Yarsi Efendi.
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait yang hadir langsung pada kegiatan itu menyampaikan permohonan maaf dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang tidak dapat hadir, karena ada kegiatan lain.
“Kepala BP Batam mendukung kegiatan aksi tanam mangrove di Pulau Kubung ini, meskipun pulau Kubung tidak termasuk teritorial BP Batam, yang posisinya berdekatan dengan Pulau Tanjung Sauh,” tutur Ariastuty Sirait.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kadisperkim Pemerintah Kota Batam Eryudi, dari PT. Surveyor
Indonesia Ibnu Khaldun, Kepala Cabang, PT. Sucofindo Cabang Batam.
Dari Universitas Riau Kepulauan dihadiri oleh Nurhaty Purnamasari, Kapolsek Nongsa, Lurah Ngenang, sejumlah mahasiswa Unrika dan masyarakat pulau Kubung. (dam)