BATAM (HK) — Setelah tiga hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan seorang pria yang diduga terjun di Jembatan 5 Barelang dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan mengapung di perairan yang tidak jauh dari lokasi kejadian pada Rabu (25/3/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Nusyirwan (35). Ia ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, sejauh kurang lebih 0,36 mil laut ke arah barat dari lokasi awal kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan jenazah korban langsung dievakuasi usai ditemukan.
“Korban ditemukan pada hari ketiga dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jenazah kami evakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang telah berlangsung sejak Senin (23/3/2026) resmi dihentikan.
Fazzli turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Ia menyebut kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat sangat membantu kelancaran operasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan,” katanya.
Sebelumnya, korban dilaporkan diduga terjun ke laut dari Jembatan 5 Barelang pada Senin (23/3/2026) pagi.
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Tanjungpinang dari Polsek Galang sekitar pukul 11.55 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Batam segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
“Setelah menerima informasi dari Polsek Galang, kami langsung menggerakkan tim menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian,” kata Fazzli.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Adi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengaku sempat mendengar suara benturan keras dari arah laut sebelum melihat korban sudah berada di air.
“Saya dengar suara benturan keras, saat dicek sudah ada orang di laut dan hanyut terbawa arus,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya kartu SIM serta satu unit sepeda motor yang ditinggalkan di atas jembatan.
Selama proses pencarian lanjutnya, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan, seperti perahu karet, alat deteksi bawah air, serta perlengkapan evakuasi medis.
“Operasi ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Ditpolairud Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, TNI AL, serta masyarakat setempat,” imbuhnya. (dam)
