Politisi PDI Perjuangan Kepri yang akrab disapa Romo ini juga mengatakan, PDI Perjuangan sebagai partai yang menjungjung tinggi nilai-nilai kebudayaan dan Bihneka Tungga Ika mengikutsertakan para kader dalam rombongan pendaftar dengan memakai baju adat budaya yang ada di Indonesia.
“Kita juga tunjukkan pada masyarakat luas bahwa kita adalah partai yang beridiologi pada pancasila dan menjungjung tinggi budaya bangsa. Itu kita tunjukkan dalam pawai budaya yang mengiring kita dan rombongan mengantar berkas ke KPU,” kata Romo.
Selain itu juga Romo mengatakan, jumlah Bacaleg yang didaftarkan di DPRD Provinsi untuk Pemilu 2024 berjumlah 45 orang. Dari jumlah 45 itu masih ada nama-nama lama atau yang masih duduk sebagai anggota dewan dan ada juga pendatang baru.
“Ada orang lama, itu Dr Sahat Sianturi, Saproni, Widiastadi Nugroho, Pak Jumaga Nadeak, Sugianto, dan Eri Suandi. Itu yang incumbent.
“Kalau pak Lis Darmansyah tidak ikut lagi, dan digantikan oleh Yuniarni Pustoko Weni yang dicalonkan ke DPRD Provinsi. Kalian pasti tahu sendiri kenapa Pak Lis tidak ke DPRD Kepri,” kata Romo.
Sedangkan untuk, nama bacaleg yang baru ujarnya, salah satunya yakni nama mantan Wakapolda Kepri Irjen Pol (Purn) Darmawan yang menjadi bacaleg untuk Dapil Bintan-Lingga.
Selain itu ada juga, nama Tawarich, Junaidi, dan Wahyuni yang akan menjadi bacaleg PDI Perjuangan dari Dapil Natuna-Anambas.
Romo juga menyampaikan, ke-45 bacaleg yang didaftarkan tersebut, sudah memenuhi persyaratan formal yang disyaratkan oleh KPU.
Selain itu ia juga mengklaim, seluruh bacaleg yang didaftarkannya juga sudah mewakili 30 persen keterwakilan perempuan dan bahkan lebih. (eza/inf)
