BINTAN (HK) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau (Kepri) kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai keilmuan, budaya, dan literasi melalui penganugerahan Warkah Tanda Kehormatan Qalam Emas kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A.
Penganugerahan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (25/4) di ruang Unit Studi Melayu, bertepatan dengan rangkaian kegiatan Kenduri Budaya di lingkungan kampus.
Penganugerahan Warkah Qalam Emas ini disampaikan secara resmi oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, Dato’ Wira Setia Utama Dr. Drs. H. Muhamad Juramadi Esram, S.H., M.T., M.H., sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi pemikiran dan dedikasi Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan literasi di Indonesia.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Dato’ Seri Setia Utama H. Raja Al Hafiz Raja Ismail, Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang Dato’ Wira Setia Utama Dr. Drs. H. Muhamad Juramadi Esram, S.H., M.T., M.H., serta Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bintan Dato’ Wira Setia Utama Syahri, S.AP.
Hadir pula Dewan Penyantun STAIN SAR Kepri Kepri Drs. H. Hardi Hood, M.Si., Ph.D, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I, Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau Prof. Dr. Hj. Leni Novianti, S.E., M.S., M.Si., Ak., CA, Ketua STAIN Majene Prof. Dr. Wasilah Sihabuddin, S.T., M.T, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Jumhari, S.S., M.Hum, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Herry Andrianto, S.E., M.M, serta Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau Dr. Titik Wijarnati, S.S., M.A.
Dalam naskah warkah yang dibacakan, ditegaskan bahwa penganugerahan Tanda Kehormatan Qalam Emas diberikan atas sumbangsih pemikiran Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A terhadap kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan dan literasi. Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap komitmen dalam memperkuat supremasi ilmu pengetahuan sebagai landasan kebenaran sejati.
Dalam naskah warkah yang dibacakan, ditegaskan bahwa penganugerahan Tanda Kehormatan Qalam Emas diberikan atas sumbangsih pemikiran Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A terhadap kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan dan literasi. Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap komitmen dalam memperkuat supremasi ilmu pengetahuan sebagai landasan kebenaran sejati.
Dalam naskah warkah yang dibacakan, ditegaskan bahwa penganugerahan Tanda Kehormatan Qalam Emas diberikan atas sumbangsih pemikiran Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A terhadap kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan dan literasi. Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap komitmen dalam memperkuat supremasi ilmu pengetahuan sebagai landasan kebenaran sejati.
Penganugerahan Qalam Emas ini turut ditandatangani oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, Dato’ Wira Setia Utama Dr. Drs. H. Muhamad Juramadi Esram, S.H., M.T., M.H., Ketua STAIN SAR Kepri, Dato’ Setia Perdana Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Jumhari, S.S., M.Hum.
Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam penguatan keilmuan dan literasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan tradisi intelektual berbasis nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Melayu.
Momentum ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan personal, tetapi juga mencerminkan sinergi antara lembaga pendidikan tinggi, lembaga adat, dan institusi kebudayaan dalam memperkuat ekosistem keilmuan berbasis nilai-nilai kearifan lokal Melayu.
Melalui penganugerahan ini, STAIN SAR Kepri menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pelestarian budaya dan penguatan literasi sebagai pilar utama pembangunan peradaban bangsa. (r/eza)





