Kepsek SLB Natuna Diadukan ke Polisi.
NATUNA (HK) – Calon Pegawai SLB Negeri Natuna, Wan Zanaria merasa diperlakukan tidak baik oleh Kepala Sekolah bersangkutan.
Perlakuan ini diterima Zanaria saat ia pertama kali masuk bertugas di Sekolah Luar Biasa tersebut beberapa waktu lalu.
Menurut pengakuannya, pada saat itu ia ditolak Kepala Sekolah SLB Natuna untuk bertugas di sekolah yang dipimpinnya.
Dan penolakan itu dilakukan dengan cara yang keras dan menyakiti perasaan di hadapan orang ramai.
“Saya di tolak dan dibilang sampah oleh ibu Kepsek. Kami tidak bisa menerima sampah seperti kamu di sini,” kata Zanaria menirukan bahasa kasar Kepsek SLB Natuna di Ranai, Jumat (13/2/2026).
Padahal kata Zanaria, ia datang bertugas kesitu berdasarkan perintah dari Kepsek SMAN 1 Bunguran Barat di mana ia bertugas sebelumnya.
“Cuma tetap saja saya tak diterima di SLB,” imbuhnya.
Zanaria mengaku tidak bisa menerima perlakuan seperti itu karena cara dan narasi yang dipergunakan Kepsek SLB Natuna saat menolaknya terlalu berat dirasa.
“Kami gak bisa terima disebut sampah dan dimarah-marahin depan orang ramai. Kami sudah mangdukan hal ini ke polisi kemarin sore,” tegasnya.
Aduan yang dilayangkannya tersebut berisil prihal dugaan penghinaan yang terjadi pada tanggal 9 Pebruari 2026 yang dilakukan oleh Kepsek SLBN Natuna terhadap dirinya.
“Kemarin kami lumyan lama di Satrekrim Polres, sampai malam mengadukan itu,” ujarnya.
Kepala Sekolah SLB N Natuna, Raja Ipulidarni mengakui telah melontarkan kata yang dinilai kasar “Sampah” tersebut pada saat ia menerima kedatangan Wan Zanaria di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026) lalu.
“Tapi saya tidak ada maksud untuk menghina Ria (Wan Zanaria). Saya terlepas mengucapkan itu saat bicara dengan Bu Wati (Kepala Sekolah SMAN1 Bunguran Barat,” jelasnya.
Dengan pristiwa ini, Raja Ipul mengaku telah meminta maaf kepada Wan Zanaria dan suaminya atas ucapan yang dinilai tidak menyenangkan tersebut.
“Tapi kalau pihak Wan Zanaria melanjutkannya ke proses hukum, saya pun akan menjalaninya,” ujar Raja Ipul
Di termpat terpisah, Kasubsi Pen. Humas Polres Natuna, Brigadir Polisi, David Arviad membenarkan adanya aduan tersebut, tapi ia mengaku belum dapat informasi yang jelas terkait hal itu.
“Belum dapat info jelasnya, Om. Kita dari jam 5 pagi giat di SPPG Polres, Zoom Presiden,” singkatnya.(fat).





