“Editor ini yang menyaring apakah berita itu layak atau tidak layak untuk diterbitkan. Sehingga informasi itu memuat konten yang produktif, bukan provokasi,” ucapnya.
Namun, kata Alfiandri, karena mudahnya era digital saat ini banyak ruang-ruang yang bisa di manfaatkan oknum-oknum seolah-olah mereka berizin sehingga hadirnya orang-orang menulis sebagai alat propaganda.
Baca juga: Puncak HPN PWI Tanjungpinang Meriah
Menurutnya, proses lahirnya media sebagai alat informasi kalau diingat masa kemerdekaan itu diwarnai hadirnya orang yang menulis sebagai alat propaganda.
Namun, propaganda seperti apa yang harus di sikapi para media.
“Karena itu, perlu dikontrol didalam konten propaganda yang disampaikan dan informasi yang tawarkan, sehingga masyarakat tidak dibikin panik dan tidak nyaman,” imbuhnya. (eza)
