Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 Kepri Pertamina, Reiza Pradipta Makruf mengaku, dalam upaya distribusi BBM satu harga ini Pertamina hanya berstatus sebagai operator, yang mana regulasi dan rekomendasi berada di pemerintah dalam hal ini BPH Migas.
“Namun begitu, kami menyadari Natuna ini cukup unik secara kontur wilayah serta berakibat atas terjadinya disparitas harga. Dan ini saya rasa bisa kita diskusikan bersama di waktu berikutnya,” kata Reiza.
Terkait perpindahan dari Premium ke Pertalite, Reiza menegaskan, perpindahan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 117 Tahun 2021, tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Meskipun skema harga belum ditentukan, tapi kita upayakan agar ini bisa didistribusikan di Natuna secara keseluruhan. Maka, kami berharap Keputusan Bupati Natuna Nomor 16 Tahun 2016, dapat diperbaharui, agar distribusi dapat dilakukan merata,” ujar Reiza.
Kabag Ekonomi Setda Natuna, Wan Syazali menegaskan, faktor utama yang menyebabkan terjadinya disparitas harga BBM satu harga di Natuna karena terdapat biaya distribusi tambahan.
Baca Juga : Junaidi: Tarif Penumpang Kapal Laut Masih Tetap
“Lantaran pihak Pertamina hanya menyalurkannya ke lembaga penyalur,” kata Wan Syazali.
Sampai saat ini, ungkapnya, di Pemkab Natuna baru terdapat 13 lembaga penyalur yang sudah beroperasi.
Sehingganya, pemerintah tengah mengupayakan agar lembaga ini dapat ditambah.
“Kondisi ini juga yang menyebabkan terkendalanya distribusi BBM, sehingga di sebagian pulau baru BBM satu harga jenis solar, yang bisa didistribusikan,” terangnya.
Adapun target utama ke depan Pemerintah Kabupaten Natuna adalah menyelesaikan regulasi yang mengatur biaya transportasi dari penyalur ke sub penyalur.
“Kita akan membuat Perda tentang itu agar nanti ongkos pengiriman BBM dari penyalur ke sub penyalur dapat disesuaikan. Kalau dari Pertamina ke penyalur, sudah jelas pihak Pertamina yang tanggung. Mudah-mudahan perdanya bisa cepat selesai, sudah mulai kita godok,” tutup Syazali. (fat)
