BATAM (HK) – Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Kepulauan Riau guna memastikan kontribusi daerah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Dalam kunjungan tersebut, Batam dan Kepulauan Riau ditegaskan sebagai salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

DPN yang diketuai Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto, dengan Ketua Harian Jenderal Syafrie Syamsudin, menugaskan jajaran deputinya untuk melakukan peninjauan lapangan selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 21–23 Januari 2026.

Rombongan dipimpin Deputi Bidang Geostrategi DPN Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I., bersama Deputi Bidang Geoekonomi DPN Dr. Yayat Ruyat, M.Eng.

Kunjungan ini menyasar sejumlah titik strategis yang dinilai krusial dalam memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu fokus utama peninjauan adalah PT Batam Alumina Indonesia serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Di lokasi tersebut, DPN meninjau langsung operasional alumina refinery dan kesiapan kawasan industri yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya nasional.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk meninjau kesiapan infrastruktur, iklim investasi, serta dukungan kebijakan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam.

Batam Diproyeksikan Jadi Hub Investasi dan Teknologi

DPN menilai Batam dan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.

Batam tidak lagi hanya berperan sebagai pusat manufaktur, tetapi juga berkembang menjadi hub teknologi tinggi dan tujuan investasi global.

Letak strategis di jalur Selat Malaka mendorong Batam untuk berperan sebagai pusat logistik sekaligus “jembatan digital” melalui pengembangan data center berskala besar dan ekosistem kecerdasan buatan (AI).

Transformasi ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.

Status Kawasan Ekonomi Khusus yang menawarkan kepastian hukum serta insentif fiskal dinilai efektif menarik investasi asing langsung (foreign direct investment).

Integrasi pengembangan pariwisata di Bintan, hilirisasi industri di Karimun, serta penguatan industri dan ekonomi digital di Batam membentuk mesin pertumbuhan ekonomi regional yang komprehensif.

KEK Tanjung Sauh Jadi Prioritas

DPN menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pertahanan, stabilitas kawasan, dan pembangunan ekonomi. Fokus diarahkan pada kesiapan regulasi, perizinan, tata kelola kawasan, serta koordinasi lintas sektor untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, KEK Tanjung Sauh yang dikembangkan PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP)–Panbil Group, ditetapkan sebagai salah satu kantong pertumbuhan prioritas.

Kawasan ini difokuskan pada pengembangan pelabuhan hub logistik internasional, industri energi, serta manufaktur modern.

Chairman Panbil Group, Johannes Kennedy, menyambut positif kunjungan DPN ke KEK Tanjung Sauh. Ia menilai kehadiran DPN menjadi sinyal kuat bagi investor global atas keseriusan pemerintah mengawal kawasan strategis nasional.

“Kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh merupakan aset strategis negara yang mendapat perhatian serius dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi,” ujarnya.

Menurut Johannes, KEK Tanjung Sauh dikembangkan dengan orientasi jangka panjang melalui integrasi pelabuhan internasional, industri energi, dan manufaktur modern.

“Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, KEK Tanjung Sauh akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau,” tambahnya.

Perkuat Ketahanan Ekonomi

DPN juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap aset industri strategis di wilayah perbatasan. Posisi Batam yang vital menjadikan pengamanan ekonomi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan nasional.

Melalui penguatan KEK, pengawasan aktivitas ekonomi, dan koordinasi lintas instansi, Batam diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

Kunjungan ini menegaskan peran Batam bukan hanya sebagai kawasan industri, tetapi sebagai pilar strategis pembangunan ekonomi nasional yang berdaya saing global dan berkelanjutan. (r/dam)

 

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version