TANJUNGPINANG (HK) – Seorang wanita berstatus istri sah berinisial JD melaporkan dugaan persilingkuhan dan perzinahan suaminya berinisial Az dengan seorang wanita idaman lain (WIL) berinisial R sebagai pelakor ke Mapolresta Tanjungpinang.

Upaya laporan ke polisi tersebut terpaksa dilakukan oleh JD (istri sah) karena sudah tidak bisa lagi menahan sakit hati atas dugaan sikap suaminya yang sudah jelas-jelas memiliki, bahkan dikabarkan sudah hidup bersama dengan wanita lain sebagai pelakor sejak beberapa bulan terakhir.

Bahkan lebih memilukan JD lagi, Az pria yang telah menikahi secara resmi beberapa tahun silam, diduga tega dan nekat membawa wanita yang. diketahui telah memiliki 3 orang cucu sebagai selingkuhannya itu tinggal dan menginap di rumah tempat tinggalnya semula di daerah Tanjung Siambang, Dompak, Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang.

“Hal yang lebih menyakitkan hati saya, setelah saya melihat foto-foto, bahkan ada dugaan rekaman video mesum di HP suami Saya tersebut dengan wanita itu. Semua bukti tersebut sudah saya serahkan ke penyidik Satreskrim Polresta Tanjungpinang atas dugaan perzinahan,”ucap JD mengungkapkan semua unek-unek perasaannya saat ditemui beberapa awak media di tempat tinggalnya di jalan Pramuka Kota Tanjungpinang, Jum’at (29/05/2026).

JD terpaksa tinggal di rumah Kos bersama Anaknya yang berusia 4 Tahun. Selama di Kos, tidak pernah 1 kali pun Suaminya mengunjungi Anak balitanya ini, tidak memperdulikan makan minum istri dan anaknya, malahan nomor Hp istrinya di blokir.

“Anak kecil Saya ini sering minta video call ke Bapaknya, tapi JD hanya bisa menjawab bahwa Bapak sedang kerja Nak. Anaknya bertanya lagi, kok Bapak lama kali kerjanya, kok nggak pulang-pulang. Hati Ibu mana yang tidak teriris mendengar pertanyaan anak sekecil itu. Sedangkan Bapak dari anak itu hidup bersama dengan perempuan lain di daerah Dompak,”ucap JD dengan nada lirih.

JD, wanita berhijab ini juga menuturkan, sebelum menempuh jalur hukum ke Mapolresta Tanjungpinang, dirinya juga pernah menempuh jalan secara baik-baik dengan bertemu langsung dengan wanita yang diduga sebagai pelakor bersama suaminya tersebut di salah satu tempat di Tanjungpinang.

“Namun saat pertemuan tersebut, wanita selingkuhan suami saya itu justru menyudutkan saya dengan nada seperti ngegas,” ungkap JD sembari memperlihatkan bukti rekaman video percakapan dirinya bersama suami dan wanita selingkuhan dimaksud. Sulit dilupakan oleh JD saat selingkuhan suaminya itu berkata “bukan saya aja yang jalan sama laki orang, ramai lagi orang lain jalan sama suami orang juga”. Dia juga ada berkata, salah ibuklah meninggalkan suami ibuk, siapa yang ngasih nafkah batin suami Ibuk. Padahal dia bukan siapa-siapa, kok dia pula yang merasa berhak gitu ngasih nafkah batin kepada suami orang. Perempuan itu juga ngotot berkata ” pokoknya aku harus nikah sama Abang, nama baik Saya udah tercemar sekampung”. Emangnya dia masih punya nama baik dengan perbuatan dia itu ucap JD lagi

Lebih lanjut, JD menuturkan, bahwa prilaku suaminya tersebut baru jelas-jelas terlihat, setelah dia resmi baru diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) beberapa bulan lalu.

“Sebelumnya kami hidup rumah tangga baik-baik saja tidak ada permasalahan yang mencolok. Tiba-tiba belakangan ini, tingkah laku suami saya itu semakin menjadi-jadi, bahkan nomor handphone saya pun sudah di blokirnya. Ini untuk makan sehari-hari Saya sama anak sangat sulit sekali, Saya berjualan mangga hasil petik dari pohon mangga di rumah tinggal kami semasa menikah di Tanjung Siambang, Saya jual secara online dan di antar dari rumah ke rumah, imbuhnya dengan nada pilu.

JD juga mengaku sudah meminta bantuan ke Baznas Kota Tanjungpinang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dan dari pihak Baznas sudah survey ke rumah Kos untuk menentuan langkah selanjutnya atas permintaan bantuan tersebut.

“Sejauh ini, Baznas sudah memberikan sembako ke rumah Kos Saya, tutur JD

Hingga berita ini ditulis, media ini belum memperoleh keterangan maupun tanggapan dari pihak suami (Az) maupun perempuan (R) yang disebut dalam laporan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan untuk memperoleh informasi yang berimbang.

Dugaan kasus tersebut saat ini masih berada dalam penanganan tim penyidik Satreskrim Polresta Tanjungpinang guna proses lebih lanjut. (Tim)

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version