Artinya, jelas Nizar, ini sebagai langkah persiapan diri, dan langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang ada.
“Untuk itu, maka kita harus berkoordinasi serta melakukan antisipasi bersama, supaya dapat menanggulanginya,” jelas Nizar.
“Secara manual Lingga sudah terbilang cukup baik pada capaian vaksinasi, namun dalam input data secara online, Lingga masih minim vaksinasi. Begitu juga, terkait kendala penggunaan mesin PCR,” kata Nizar.
Bupati Lingga pun berharap agar data dan kendala penggunaan mesin PCR segera diselesaikan.
Termasuk optimalisasi isolator yang sudah tersedia, sebagai ruang isolasi pasien, jika ada temuan kasus.
Baca juga: DPRD Lingga Bahas 4 Ranperda Prioritas
“Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, berkaitan dengan data input vaksinasi dan PCR inikan teknis. Jadi, segera lakukan rapat dan nanti hasilnya diberitahukan,” ucap Nizar.
Diterangkan Bupati Lingga, di beberapa kecamatan dan puskesmas, masih belum maksimal atas penanganan, karena beberapa kendala yang ada.
Sehingga, hal itu harus menjadi perhatian.
Nizar berharap, dapat segera ditindaklanjuti, dengan membentuk teamwork yang solid, serta perbanyak sosialisasi sebagai langkah persuasif, ataupun melakukan vaksinasi door to door.
Selain itu, izin keramaian juga perlu dievaluasi dan diperketat dengan protokol kesehatan, walaupun Lingga masih berada di level 1.
