BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa magang SMK Maitreyawira guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa selama menjalani kegiatan praktik kerja atau magang, pada Senin (28/9),
BATAM (HK) – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Sekupang menggencarkan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada sejumlah kelompok masyarakat di Kota Batam sebagai upaya meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas perlindungan bagi pekerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Sekupang Muhamad Abdurrohman Sholih atau akrab disapa Oman di Batam, Senin, mengatakan sosialisasi dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok, mulai dari siswa magang, orang tua siswa, tenaga pendidik, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pengelola pasar.
“Kami terus melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat agar semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal,” kata Oman.
Pada Senin (28/9), BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa magang SMK Maitreyawira. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa selama menjalani kegiatan praktik kerja atau magang.
Sebelumnya, Sabtu (26/9), sosialisasi dilakukan kepada siswa magang SMK Pelayaran serta guru Madrasah MI Daud Khalifatullah di Sagulung.
Kemudian pada Jumat (25/9), BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang memberikan sosialisasi program kepada pelaku UMKM bersama pendamping. Edukasi tersebut antara lain diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai perlindungan bagi pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal.
Sementara pada Kamis (24/9), sosialisasi diberikan kepada pengelola pasar di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.
Menurut Oman, keberagaman sasaran sosialisasi tersebut menunjukkan bahwa risiko kerja tidak hanya dihadapi oleh pekerja yang bekerja di perusahaan, tetapi juga masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi secara mandiri.
“Pekerja informal seperti pedagang dan pelaku UMKM juga memiliki risiko dalam menjalankan pekerjaannya. Karena itu, mereka perlu memahami bahwa BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan perlindungan bagi pekerja di luar hubungan kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia mengatakan lingkungan pendidikan juga menjadi salah satu sasaran edukasi, khususnya bagi siswa yang melaksanakan praktik kerja lapangan atau magang.
Menurut dia, siswa magang telah memasuki lingkungan kerja dan melakukan aktivitas yang memiliki risiko sehingga pemahaman mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan perlu diberikan sejak dini.
“Edukasi tidak hanya kami berikan kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua dan pihak sekolah agar ada pemahaman bersama mengenai pentingnya perlindungan selama siswa menjalani praktik kerja,” katanya.
Oman mengatakan BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang akan melanjutkan kegiatan sosialisasi dengan melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
Upaya tersebut, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya apabila terjadi risiko dalam menjalankan pekerjaan.
“Kami akan terus menjangkau berbagai kelompok pekerja. Harapannya masyarakat tidak hanya mengetahui program BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga memahami manfaatnya dan memiliki kesadaran untuk memastikan dirinya terlindungi,” imbuhnya.(r/nov)





