Kepri merupakan wilayah di tengah jalur perdagangan dunia dan empat choke point.
“Karena itu selalu saya sampaikan, Kepri sejak dahulu sudah menjadi daerah lintasan dan perantauan, dari provinsi lain, dan sebagian dari mereka bermukim, di Kepri ini, hingga beranak pinak,” kata Gubernur Ansar.
Menurut Gubernur, dengan begitu majemuknya suku bangsa di Kepri, namun dengan penghormatan terhadap adat setempat, tentunya menjadi sebagai payung budaya.
“Sehingga, semua suku bangsa dapat hidup berdampingan. Kalau kita dapat manage ini dengan baik. tentunya akan menjadi kekuatan besar untuk pembangunan,” imbuh Gubernur Kepri.
Baca Juga : 17.995 Lansia di Karimun Belum Divaksin Booster
Terakhir, Gubernur Kepri berpesan untuk tidak membeda-bedakan suku bangsa.
Semua memiliki tanggung jawab bersama dan kewajiban yang sama, untuk membangun Kepri.
“Ini selalu saya dorong supaya ada rasa senasib sepenanggungan. Karena itulah kehidupan masyarakat Indonesia yang menjadi akar kegotongroyongan bangsa Indonesia,” tutupnya.(ron)
