BINTAN PENDIDIKAN

Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa STAIN SAR Kepri Ajak Remaja MTs Miftahul Ulum Kawal Siapkan Masa Depan

Cegah pernikahan dini, mahasiswa STAIN SAR Kepri ajak remaja MTs Miftahul Ulum Kawal siapkan masa depan

BINTAN (HK) – Mempersiapkan masa depan membutuhkan pengetahuan, kematangan diri, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak. Berangkat dari pentingnya hal tersebut, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Kijang menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di MTs Miftahul Ulum Kawal, Bintan, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini serta pentingnya mempersiapkan kehidupan secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan. Sosialisasi menghadirkan Muhammad Rauf Amrullah sebagai pemateri dari kalangan mahasiswa STAIN SAR Kepri dan Nur Fazlina Nazla, S.Ag., Penyuluh Agama KUA Gunung Kijang. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTs Miftahul Ulum Kawal, mahasiswa pelaksana, serta para siswa.

Ketua PWI Kepri Saibansah Terbitkan Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an

Dalam pemaparannya, Muhammad Rauf Amrullah menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting untuk membangun karakter, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan pendidikan dan cita-cita. Karena itu, remaja perlu memiliki pemahaman yang tepat mengenai pernikahan, termasuk kesiapan dan tanggung jawab yang menyertainya.

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang dalam sebuah hubungan, tetapi juga membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab yang besar. Masa remaja sebaiknya dimanfaatkan untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. Oleh karena itu, penting bagi setiap remaja untuk memahami konsekuensi pernikahan dini sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga,” jelasnya.

Ia juga menguraikan bahwa pernikahan dini dapat menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari potensi terhambatnya pendidikan, belum matangnya kondisi psikologis, hingga kesiapan menghadapi tanggung jawab kehidupan rumah tangga. Pemahaman tersebut diharapkan membantu siswa mempertimbangkan pilihan hidup secara lebih bijak dengan mengutamakan pendidikan dan pengembangan diri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa edukasi pencegahan pernikahan dini bukan berarti mengesampingkan nilai-nilai agama tentang pentingnya pernikahan. Sebaliknya, edukasi tersebut bertujuan menanamkan pemahaman bahwa kehidupan berumah tangga memerlukan persiapan yang menyeluruh, baik dari aspek usia, mental, pengetahuan, maupun kemampuan menjalankan tanggung jawab.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga ditunjukkan oleh pihak MTs Miftahul Ulum Kawal melalui kehadiran Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Partisipasi pihak madrasah menjadi bagian dari upaya memberikan wawasan tambahan kepada siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter agar remaja lebih memahami pentingnya merencanakan masa depan.

Polisi Dalami Laporan Dugaan Ilegal Fishing Gunakan Bahan Peladak di Tambelan, Bentuk Satgas Kejar Pelaku

Sementara itu, Nur Fazlina Nazla, S.Ag., selaku Penyuluh Agama KUA Gunung Kijang, turut mendukung pelaksanaan sosialisasi sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan KUA dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Edukasi mengenai pernikahan sejak usia remaja dinilai penting agar siswa memahami tujuan pernikahan, tanggung jawab dalam keluarga, serta pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan nilai-nilai agama.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa STAIN SAR Kepri bersama KUA Gunung Kijang berupaya menghadirkan ruang edukasi yang mendorong remaja lebih peduli terhadap pendidikan, pengembangan potensi, dan perencanaan masa depan. Para siswa diharapkan tidak hanya memahami risiko pernikahan dini, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui edukasi dan pembinaan generasi muda. Kolaborasi antara mahasiswa, KUA, dan lembaga pendidikan diharapkan terus berkembang sebagai upaya membangun generasi yang berpengetahuan, matang dalam mengambil keputusan, serta siap mempersiapkan kehidupan berkeluarga pada waktu yang tepat. (r/eza)