NATUNA (HK) – Sejak Bupati Natuna, Cen Sui Lan dan Wakilnya, Jarmin dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Natuna oleh Presiden Prabowo Subianto, saat itu pula pimpinan daerah ini memikul tanggungan hutang yang sangat besar.
Sebagaimana layaknya sebuah priode pemerintahan yang baru, tentu mengalami fase euforia tersendiri pada saat kemenangan dinyatakan berhasil diraih dan saat status jabatan sudah ditetapkan.
Tapi kondisi ini nampaknya tidak berlaku bagi pemerintahan Bupati Cen dan Wakilnya, Jarmin karena beratnya persoalan daerah yang seakan langsung menderanya.
Sedari awal pemerintahannya, Bupati Cen langsung menghadapi berbagai masalah daerah yang menghadang seperti hutang daerah yang jauh melebihi jumlah PAD, fase efisiensi yang ketat, pendapatan yang minim dan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dipotong serta ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Saya di lantik pada awal tahun 2025, sejak itu juga saya menghadapi masalah daerah yang bertumpuk- tumpuk. Tak ada euforia dan tak ada pula rasa gembira yang berlebih. Yang ada hanya berpikir dan kerja keras membuat strategi untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi,” kenang Bupati Cen di tempat kerjanya, Kamis (29/10/2026).
Sejak itu juga, hutang pemerintah Kabupaten Natuna yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya yang terakumulasi sejak tahun 2024 terhitung sebesar Rp.187,11 miliar secara otomatis menjadi tanggungan beratnya
“Saya tidak tahu bagaimana membayar hutang ini, mau dibayar pakai apa. PAD kita tak bisa diandalkan, TKD kita juga demikian dan kebijakan nasional yang melakukan efisiensi juga harus kita ikuti secara keseluruhan. Ini terasa berat sekali bagi saya,” tuturnya.
Di lain sisi, kewajiban pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan juga harus terus berjalan, terutama sekali di sektor-sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kalaupun ada duit sedikit-sedikit, itu kita pakai beli obat, menjalankan pendidikan dan hal-hal dasar lainnya. Tak mungkin pula semuanya kami pakai bayar hutang,” tegasnya.
Kondisi payah ini ditambah lagi dengan saluran aspirasi masyarakat terus bermunculan menghinggapi perasaan, pikiran dan ruang kantornya. Aspirasi- aspirasi ini diakuinya bahwa sedikit – banyakanya harus dipenuhi juga.
Hal yang sama dengan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat, setidaknya janji ini harus ada yang dapat ditepati meskipun dalam frakuensi yang sangat minim.
“Tak enak betul rasanya dengan masyarakat. Tapi saya tidak mau menyerah, saya ikhlas menerimanya dan saya tetap bekerja keras membuat setrategi jitu untuk menyelesaikan masalahnya. Saya juga tetap membangun optimisme dan menjaga komitmen yang kuat agar bagaimana caranya semua hutang ini segera dapat dilunasi,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Kabupaten Natuna berhasil menyusun strategi jitu untuk mengatasi persoalan hutang dengan cara mengatur prioritas belanja di tengah keterbatasan fiskal.
Dengan strategi ini Pemerintah Kabupaten Natuna dapat mengcover semua kebutuhan dasar dan mengangsur hutang meskipun banyak pos anggaran yang dikorbankan melalui kebijakan pemangkasan dan realokasi.
“Dan Alhamdulillah pada tanggal 28 Oktober 2026, semua hutang itu berhasil kami lunasi berkat komitmen dan keikhlasan menerima kenyataan serta kerja keras yang kami lakukan,” tegasnya.
Diakui Bupati Cen, menyelesaikan hutang yang sebesar Rp.187,11 miliar itu memang berat dan tidak dapat dilakukan sekaligus.
Pada tahun 2025 lalu Pemerintah Kabupaten Natuna berhasil menyelesaikan hutangnya sebesar Rp. 150 miliar dan sisanya dilunasi pada tahun 2026 ini.
“Saya nyicil-nyicil hutang ini selama 666 hari,i sekarang sudah lunas. Sehingga Alhamdulillah tahun depan kita dapat menjalankan pembangunan dengan cakupan yang lebih luas karena hutang kita sudah lunas,” ungkap Bupati Cen mensyukuri.
Terakhir ia meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Natuna karena jalannya pembangunan selama.ini belum dapat berlangsung sebagaimana mestinya akibat adanya persoalan- persoalan di atas.
“Dan kepada rekan-rekan kontraktor kami sampaikan apresiasi atas kesabarannya menunggu kami dapat melunasi hutang. Mudah-mudahan ke depan kita dapat menjalankan pembangunan secara lebih masif di semua wilayah,” ucapnya. (fat).





