LINGGA

Tanggapi Air Sungai Keruh, Camat Singkep Barat Tinjau Hulu Sungai Cari Sumber Pencemaran 

Camat Singkep Barat, Munzilin Hasibuan bersama Kades Sungai Harapan dan aparatur desa meninjau hulu sungai untuk mencari sumber pencemaran air.

LINGGA (HK)- Tanggapi keluhan masyarakat Desa Bukit Belah, Desa Sungai Harapan dan sekitarnya keruhnya air sungai, Plt Camat Singkep Barat, Munzilin Hasibuan, Kades Sungai Harapan, Malisi dan beberapa aparatur desa tinjau hulu sungai cari sumber  pencemaran air. 

Meski tidak ditemukan kegiatan yang menjadi penyebab pencemaran, namun terlihat air sungai yang keruh diduga sebelumnya ada kegiatan yang menjadi penyeba pencemaran tersebut.

Peduli Pelestarian Lingkungan, Pemuda Senempek Ajarkan Pelajar Tanam Mangrove

“Kegiatan ini kami lakukan menanggapi keluhan masyarakat akan keruhnya air sungai yang selama ini dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci. Apalagi ditengah musim kemarau saat ini keberadaan air sungai memang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Munzilin Hasibuan disela kegiatan, Senin (12/10/2026).

Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat mencemarkan air sungai. Jika menemukan ada oknum masyarakat yang melakukan kegiatan dimaksud, pihak kecamatan akan melakukan tindakan tegas sesuai wewenang yang dimiliki.

“Bisa saja nanti kami laporkan kepada pihak penegak hukum. Kondisi kemarau saat ini keberadaan sungai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan warga,” terangnya. 

Sementara itu Kades Sungai Harapan, Malisi, mengatakan, pihaknya akan terus memantau kondisi air sungai yang selama ini dimanfaatkan warga. Jika diperoleh infomasi ada kegiatan di hulu sungai bersama warga akan langsung menghentikan kegiatan tersebut. 

“Kepada warga yang mengetahui ada kegiatan saya minta untuk segera melaporkan,” imbuhnya. 

Terkait Pengadaan Pakaian Dinas KDH dan WKDH, Salah Input Nama Kegiatan Seharusnya Anggota DPRD Lingga

Informasi yang diperoleh media ini, ada kegiatan penambangan timah konvensional di daerah hulu sungai tersebut. Oknum masyarakat Dabo Singkep disebut sebagai pemilik tambang tersebut. Namun, berhenti ketika mendengar ada keluhan masyarakat atas tercemarnya air sungai. 

“Infomasinya ada orang Dabo yang nambanggtimah mengunakan mesin. Tapi saat telah berhenti, karena kemarin didatangi masyarakat,” kata salah seorang warga (tir)