Tim Verifikasi dari KLH sedang melakukan verifikasi Tropy Proklim Utama di wilayah Proklim RW 08 Kelurahan Sungai Jang, Kecamatan Bukit Bestari,didampingi Ketua dan Pengurus Proklim, Kepala DLH Tanjungpinang, Camat Bukit Bestari, Lurah Sungai Jang, Ketua LSM ALIM, Pengurus Bank Sampah Berkah, Posyandu, PKK, dan warga. Kondisi awal 2023: Warga bergotong royong membersihkan kolam retensi yang penuh gulma dan lumpur – titik awal transformasi.
TANJUNGPINANG (HK) – Inilah bukti nyata kerja iklim dari tapak. Dari kolam retensi yang dulu kumuh, berbau dan menjadi sarang penyakit, kini disulap menjadi Kampung Wisata DAS yang membanggakan.
Inovasi itulah yang mengantarkan Proklim RW 08 Kelurahan Sungai Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, masuk 7 besar nasional calon penerima “Trophy Proklim Utama 2026” dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Perjalanan RW 08 tidak instan. Ketua LSM ALIM Kepri yang juga Pendamping Proklim RW 08, Kherjuli, menyebut predikat itu diraih melalui proses berjenjang.
“Harus melewati jenjang dengan proses waktu yang panjang. Proklim RW 08 sudah melewatinya. Setelah meraih Proklim Pratama 2023 dan Madya 2023, tahun ini kami mengincar Proklim Utama dan Trophy Proklim Utama tingkat nasional 2026,” ungkap Kherjuli.
Dari 109 Proklim se-Indonesia yang diverifikasi virtual pada 28 September lalu, hanya 7 yang lolos ke Verifikasi Lapangan. Salah satunya RW 08 Sungai Jang. Pada Rabu (7/10), dua verifikator KLH turun langsung ke Kampung Wisata DAS untuk mencocokkan data dengan fakta lapangan.
Ketua Pelaksana Proklim RW 08, St. Muhammad Isa, menjelaskan inovasi unggulan yang ditonjolkan adalah “Wisata DAS Berbasis Edukasi Iklim”.
“Kami sasar pelajar, mahasiswa, dan kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas. Tujuannya agar pengunjung dapat edukasi pengendalian iklim, khususnya soal banjir dan rob, ketahanan pangan, pengendalian penyakit dan pengelolaan sampah,” jelasnya.
Diungkapkanya, sebelumnya warga RW 08 kerap dihantui banjir, rob dan sampah. Kolam retensi dipenuhi gulma.
“Dulu kolam retensi banjir dipenuhi gulma, sampah, bau tak sedap, dan sarang sumber penyakit,” terang Isa.
Setelah dibentuk Proklim RW 08 dan didampingi LSM ALIM, berkolaborasi dengan Kelurahan Sungai Jang, DLH Tanjungpinang, RT/RW, warga dan dukungan CSR, kolam itu diubah total. Kini menjadi kolam ikan, area pemancingan, kebun lemon, jogging track paving warna-warni, Bank Sampah Berkah, hingga Posyandu pemeriksaan kesehatan gratis.
Keunggulannya ada pada konsep “Transaksi sambil Rekreasi”. Lewat Bank Sampah, pengunjung cukup membawa sampah dan bisa berwisata gratis.
“Melalui Bank Sampah, penanganan banjir dan rob berbasis masyarakat di hilir DAS menjadi lebih kuat. Konsep ini selaras dengan upaya pemerintah membangun infrastruktur penanganan banjir. Sebab selain intensitas hujan dan elevasi, mindset dan partisipasi masyarakat juga menentukan keberhasilan,” pungkas Kherjuli.
Dengan verifikasi ini, RW 08 optimis bisa meraih Trophy Proklim Utama Nasional 2026 dan mengharumkan nama Kota Tanjungpinang di tingkat nasional.(nel).





