BATAM PARIWISATA

Kondisi potensi wisata di wilayah Provinsi Kepri yang tidak hanya Batam saja.

BATAM (HK) – Pariwisata Kepulauan Riau jangan hanya dijual Batamnya saja. Pesan tegas itu disampaikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, Kepri masih menyimpan banyak surga tersembunyi di Natuna, Anambas, Lingga dan pulau-pulau lain yang belum terjamah promosi.

Belanja Rp100 Ribu di Panbil Mall Batam Berpeluang Bawa Pulang Motor Listrik, Total Hadiah Rp80 Juta

“Kepri masih memiliki tempat-tempat wisata yang belum terjamah, bukan hanya di Batam saja, melainkan juga di Natuna, Anambas, Lingga, dan lainnya. Wartawan harus ikut memperkenalkannya, membangun kepercayaan bahwa lokasi tersebut sesuai dengan ekspektasi,” kata Saibansah di Batam Center, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, posisi Kepri yang mepet Singapura dan Malaysia adalah modal emas. Tapi modal itu akan sia-sia jika informasi yang sampai ke wisatawan tidak akurat dan tidak menjaga reputasi destinasi.

Data BPS Kepri memperkuat argumen tersebut. Kunjungan wisman Agustus 2026 tembus 226.035 kunjungan, naik 25,14 persen dibanding Juli 2026 sebanyak 180.623 kunjungan. Potensi besar itu harus ditangkap daerah lain selain Batam.

PWI menilai promosi pariwisata tidak cukup dengan foto pantai cantik saja. Wartawan harus mengulik sisi lain: akses transportasi, keamanan, kebersihan, kondisi lingkungan, hingga apakah pariwisata itu benar-benar berdampak ke warga lokal.

Bidang Media Siber dan Multimedia PWI Kepri, Sarah Meilina Husen, menegaskan peran media bukan sekadar jadi brosur wisata.

Disnakertrans Kepri Dituding Bungkam Soal UMK Migas Anambas, Ombudsman Akhirnya Turun Tangan

“Pariwisata harus berdampak bagi warga lokal, bukan hanya pelaku usaha besar. Wartawan bisa membantu memastikan itu lewat liputan yang mengedepankan hospitality dan ekosistemnya,” ujar Sarah.

Ia menambahkan, era digital membuka peluang baru. Video pendek, dokumenter, konten kolaboratif dengan pelaku wisata bisa menjadi senjata untuk mengangkat destinasi plus cerita manusia di baliknya.

Dengan pendekatan itu, berita pariwisata tidak hanya mempromosikan, tapi juga memberi gambaran utuh tentang kesiapan destinasi, persoalan di lapangan, dan manfaatnya bagi masyarakat Kepri. (r/nel)