Rangkaian Upacara HUT TNI ke-81 dipimpin oleh Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I) Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E digelar khidmat dan meriah di Lapangan Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Senin (05/10/2026).
TANJUNGPINANG (HK) – Upacara peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) digelar khidmat dan meriah di Lapangan Tugu Sirih, Tanjungpinang, Senin (05/10/2026).
Upacara dipimpin oleh Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I) Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E.M.Han. Bertindak sebagai Komandan Upacara Mayor Laut (P) Habib Handyantoro. Komandan KRI Silea-858.
Pasukan upacara terdiri dari personel gabungan TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Basarnas, KSOP, Satpol PP dan Saka Bahari yang terbagi dalam enam kompi:
Kompi I diisi Perwira Gabungan, Wanita TNI Gabungan dan Pom TNI Gabungan. Kompi II dari Korem 033/WP dan Kodim 0315/TPI. Kompi III dari unsur TNI AL yakni Satrol Kodaeral IV, Koarmada I, Lanudal Tanjungpinang dan Wing Udara 1. Kompi IV dari Lanud RHF dan Satrad 106/TPI. Kompi V (bersenjata) dari Polresta Tanjungpinang, Polres Bintan dan Satbrimob. Kompi VI dari Basarnas, KSOP, Satpol PP dan Saka Bahari.
Antusiasme masyarakat Tanjungpinang yang hadir menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kemeriahan juga ditambah dengan stand UMKM lokal yang memamerkan produk unggulan.
*Amanat Panglima TNI: TNI Kuat Bersama Rakyat*
Dalam amanatnya yang dibacakan Irup, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan tema HUT ke-81 tahun ini adalah _“TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”_.
Panglima menyampaikan terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan kerja keras seluruh prajurit dan ASN TNI.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” ujarnya.
Ia menegaskan, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan dan modernisasi alutsista. Semakin kuat dan modern, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, sehingga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme.
Menghadapi ketidakpastian global, dinamika ruang informasi, ancaman keutuhan wilayah dan tuntutan integritas, TNI harus tetap kokoh pada jati diri.
Panglima menekankan lima budaya pengabdian PRIMA yang harus dipedomani:
*1. Profesional:* Kuasai tugas dan tanggung jawab, pelihara kemampuan melalui latihan realistis, dan laksanakan tugas dengan taat hukum dan integritas.
*2. Responsif:* Peka terhadap perubahan, kenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat dan terukur.
*3. Integratif:* Bangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas dan mengawal pembangunan.
*4. Modern:* Kuasai Alpalhankam dan teknologi, gunakan secara optimal dan terintegrasi untuk daya tangkal dan daya tempur.
*5. Adaptif:* Jadikan penugasan sebagai pembelajaran, kembangkan inovasi, dan sesuaikan doktrin dengan ancaman.
“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegas Panglima.
Upacara ditutup dengan pekik Dirgahayu TNI.
“TNI PRIMA! TNI Kuat Bersama Rakyat! Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!”
Peringatan HUT ke-81 TNI di Kepri ini menjadi momentum memperkuat sinergitas dan soliditas TNI bersama Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.(nel)





