BATAM (HK) – Suasana Sekretariat Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam di kawasan Tiban 1, Rabu (23/9/2026) malam, tampak berbeda. Aula rapat dipenuhi wajah-wajah muda yang tergabung dalam kepengurusan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB dari tiga kelurahan di Kecamatan Sekupang.
Lebih dari 50 pengurus ranting dari Kelurahan Tiban Lama, Tiban Indah dan Tanjungriau hadir dalam silaturahmi sekaligus pembekalan yang dipimpin Ketua DPC PKB Kota Batam, Hendrik, SH.
Pertemuan tersebut tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Dialog antara jajaran DPC dan pengurus ranting muda itu berkembang menjadi pembahasan tentang pentingnya generasi muda memahami politik, aktif di tengah masyarakat hingga berani menyuarakan aspirasi warga.
Hendrik secara khusus mendorong kalangan muda PKB agar tidak hanya menjadi pelengkap dalam struktur organisasi. Menurutnya, anak muda harus mengambil peran dalam kehidupan politik dan sosial di tengah masyarakat.
“Kita merangkul semua rekan yang muda-muda. Kenapa? Karena kita ini masih banyak yang buta politik. Suara kita pun dimanfaatkan juga oleh orang lain,” kata Hendrik dalam sambutannya.
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam itu menilai keberadaan banyak anak muda dalam kepengurusan ranting merupakan modal penting bagi PKB. Namun, keberadaan tersebut harus dibarengi dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia pun mengajak para pengurus ranting untuk membangun kepedulian sosial mulai dari lingkungan terdekat.
“Kalau ada tetangga, kerabat yang membutuhkan bantuan, sakit atau musibah, bantu. Mencari pahala itu mudah. Menjadi berjiwa sosial itu lakukan kepada tetangga dan kerabat,” serunya.
Aspirasi Warga Jadi Perhatian
Dalam sesi dialog, para pengurus ranting juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing.
Pengurus dari Tiban Lama, Tiban Indah dan Tanjungriau menyampaikan usulan terkait bantuan untuk warga yang menghadapi persoalan sosial, sekaligus meminta dukungan pelaksanaan reses DPRD di wilayah mereka.
Hendrik meminta pengurus tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Komunikasi dan koordinasi dengan DPC harus terus dilakukan agar persoalan yang bisa ditindaklanjuti dapat segera dicarikan jalan keluarnya.
“Saya tidak mengatakan semua persoalan yang ada di teman-teman bisa diselesaikan. Tapi membantu persoalan teman-teman maupun kerabat dan tetangga-tetangga, saya selalu siap,” tegasnya.
Di tengah dialog, para pengurus muda juga meminta DPC PKB Batam memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Mereka mengaku masih membutuhkan arahan dalam memahami mekanisme dan tata kelola organisasi politik.
Ketua Ranting Tiban Indah, Tengku Febriza Tririzki, salah satunya. Ia mengakui masih awam dalam mengurus organisasi partai politik, namun tetap menyatakan komitmennya untuk belajar dan ikut membesarkan PKB.
“Kami mohon selalu diberi arahan dan bimbingan oleh Ketua, karena kami masih belum banyak memahami untuk mengurus partai,” ujarnya.
Anak Muda dan Literasi Politik
Hendrik menilai generasi muda memiliki ruang yang sangat luas untuk ikut membangun literasi politik masyarakat. Apalagi, anak muda saat ini memiliki akses yang besar melalui komunitas maupun media sosial.
Menurutnya, pemahaman politik tidak hanya berkaitan dengan partai atau pemilu. Berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat sehari-hari juga merupakan bagian dari kebijakan politik.
Mulai dari biaya dan kualitas pendidikan, lapangan pekerjaan, kesetaraan digital, persoalan lingkungan hingga harga kebutuhan pokok, semuanya berkaitan dengan keputusan dan kebijakan publik.
Karena itu, ia menyebut keterlibatan anak muda dalam organisasi politik dapat menjadi ruang belajar kepemimpinan sekaligus tempat menyuarakan kepentingan masyarakat.
“Untuk bisa memahaminya, saat dijalani maka tanpa disadari secara pelan-pelan dan bertahap akan mahir. Yang penting semua tetap menjaga kekompakan dan saling mengisi,” katanya.
Target Dua Kursi di Sekupang
Di hadapan puluhan pengurus ranting, Hendrik juga menyampaikan target politik PKB di Kecamatan Sekupang.
Ia meminta para kader dan pengurus tidak minder serta berani memasang target. Kekompakan, menurutnya, menjadi salah satu modal penting untuk mencapai target tersebut.
“Kalau kita kompak saya yakin kita dapat meraih 2 kursi di Sekupang ini. Begitu juga dengan dapil-dapil lain,” ujarnya.
Ia juga memotivasi para pengurus muda agar tidak takut bermimpi. Menurutnya, aktivitas politik dan organisasi yang dijalani saat ini dapat menjadi bagian dari proses untuk mempersiapkan diri menuju masa depan.
“Teman-teman harus punya target, harus percaya diri. Siapa tahu di antara kita ini ke depannya juga menjadi sukses atau menjadi anggota dewan, atau lebih di atas lagi,” pungkasnya. (dam)





