TANJUNGPINANG (HK) – Dalam kurun waktu ddua hari, kebakaran terjadi secara berturut-turut di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Haji Ungar dan gudang barang bekas di kawasan Tanjung Unggat.
Pada kebakaran pertama terjadi pada Selasa (1/9/2026) malam, di sebuah rumah yang berada di Jalan Haji Ungar, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang.
Sehari kemudian, Rabu (2/9/2026), siang, kebakaran kembali terjadi. Kali ini, api meludeskan sebuah gudang barang bekas di Jalan Pelabuhan Dermaga Tanjung Unggat, di kecamatan yang sama Kota Tanjungpinang.
Beruntung, dua kebakaran ini tidak menjalar ke permukiman warga dan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sejumlah barang dan material bangunan hangus terbakar sehingga menimbulkan kerugian materi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, membenarkan terjadinya dua kebakaran tersebut.
Menurut Juliadi, kebakaran rumah di Jalan Haji Ungar pertama kali diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Tim pemadam kemudian langsung dikerahkan menuju lokasi.
“Pada kebakaran ini, kami menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran melalui Regu 02 Mako SKB dan anggota Regu 5 Dompak,” ujar Juliadi.
Tim pemadam juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Setelah berjibaku sekitar dua setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja korban mengalami kerugian materiel, harta benda kurang lebih sebesar Rp300 juta. Penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan polisi,”imbuhnya.
Berselang satu hari kemudian, kebakaran kembali terjadi pada Rabu (2/9/2026) di sebuah gudang barang bekas di Jalan Pelabuhan Dermaga Tanjung Unggat, Tanjungpinang.
Juliadi Halomoan bersama Kepala Seksi Pemadam DPKP Kota Tanjungpinang, Derry Ambary, mengatakan kebakaran gudang tersebut juga diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat.
“Kebakaran yang di Tanjung Unggat juga dilaporkan warga, sehingga tim pemadam kebakaran langsung turun ke lokasi,” ujar Juliadi.
Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP Kota Tanjungpinang mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Setelah beberapa jam dilakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan.
Menurutnya, dugaan sementara kebakaran gudang barang bekas tersebut disebabkan korsleting atau arus pendek listrik.
“Dugaan sementara korsleting arus listrik. Kami juga belum mengetahui siapa pemiliknya. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.
Proses pemadaman di lokasi gudang membutuhkan waktu karena banyak barang yang terbakar terbuat dari bahan mudah terbakar, seperti plastik dan kardus.
“Sehingga pemadamannya memerlukan waktu yang lama,” jelas Juliadi.
Dalam kebakaran gudang barang bekas tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Sementara itu, jumlah kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh petugas.
“Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materi masih dilakukan pengecekan oleh anggota,”pungkasnya.
Sementara, Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Suardi menghimbau kepada seluruh warga dan lapisan masyarakat di wilayah hukum tugasnya untuk harus berhati-hati dan waspada akan terjadinya kebakaran.
“Apalagi kondisi cuaca musim kemarau saat ini, api cepat kali menyala yang bisa mengakibatkan kebakaran serta merugikan dan membayakan kita sendiri,”ujarnya.(nel)


