JAKARTA (HK) — Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional, dimana tiga sekolah di Tanjungpinang berhasil meraih penghargaan bergengsi yaitu, Sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (11/12).
Acara ini dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, beserta perwakilan sekolah penerima penghargaan. Turut mendampingi, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Tanjungpinang, Desryati, mewakili Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Dr. Ahmad Yani.
Pada kesempatan ini, pemerintah pusat menyerahkan dua kategori penghargaan, yaitu, Sekolah Adiwiyata Mandiri: diberikan kepada 228 sekolah se-Indonesia, Sekolah Adiwiyata Nasional, diberikan kepada 721 sekolah dari berbagai daerah.
Untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau, terdapat 4 sekolah yang lolos dan menerima penghargaan Adiwiyata. Tiga di antaranya berasal dari Kota Tanjungpinang, yaitu, SMP Negeri 10 Tanjungpinang meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri yang merupakan predikat tertinggi dalam program Adiwiyata, SMP Negeri 2 Tanjungpinang meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional, dan SD Negeri 10 Tanjungpinang Timur meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Kota Tanjungpinang dalam memperkuat pendidikan lingkungan hidup dan menciptakan ekosistem sekolah yang berbudaya lingkungan.
Dalam keterangannya di TMII, Teguh Ahmad Syafari menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian sekolah-sekolah di Tanjungpinang.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa komitmen sekolah-sekolah di Tanjungpinang terhadap pendidikan lingkungan hidup berjalan dengan sangat baik. Kami akan terus mendorong sekolah untuk mengikuti dan mengembangkan program Adiwiyata sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.
Teguh juga menekankan bahwa berdasarkan data terakhir dari Dinas Lingkungan Hidup, Kota Tanjungpinang telah memiliki, 22 sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, dan 6 sekolah Adiwiyata tingkat nasional, Ia menargetkan peningkatan signifikan pada tahun mendatang.
“Kita akan dorong sekolah-sekolah yang sudah berada pada level provinsi dan nasional untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tahun depan. Harapannya, pada tahun 2026 Kota Tanjungpinang dapat mengirim utusan lebih banyak lagi dan meraih penghargaan yang lebih tinggi,” tambahnya.
Meski tidak hadir langsung dalam agenda penyerahan penghargaan, Dr. Ahmad Yani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, memberikan pernyataan resmi terkait pentingnya program Adiwiyata.
“Program Adiwiyata bukan hanya tentang menciptakan sekolah yang bersih dan nyaman, tetapi lebih jauh bertujuan menanamkan pola pikir ekologis sejak dini kepada peserta didik. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan kita,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran multi-pihak dalam mendukung program ini, termasuk pihak swasta.
“Kami berharap dunia usaha dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Saat ini, kontribusi dari sektor usaha masih sangat terbatas. Padahal peran mereka sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan program ini,” ungkapnya.
Dr. Ahmad Yani turut menegaskan bahwa secara nasional, persentase sekolah Adiwiyata baru mencapai sekitar 1%. Namun, Kota Tanjungpinang telah berhasil mencapai 41,7%, sebuah capaian yang jauh melampaui rata-rata nasional.
Acara penganugerahan Adiwiyata ini menjadi momentum bagi Tanjungpinang untuk semakin mengokohkan diri sebagai salah satu daerah dengan perhatian serius terhadap lingkungan dan pendidikan karakter ekologis. (eza)

