Bupati Lingga dan Istri Kunjungi Napi Lapas Dabo Singkep
LINGGA (HK) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Kabupaten Lingga, Maratusholiha dan Bupati Lingga, Muhammad Nizar, berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep, Selasa (15/11) kemaren.
Kedatangan Maratusholiha bersama Muhammad Nizar tersebut, untuk bisa menemui Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang berada di Lapas Kelas III Dabo Singkep tersebut, dalam agenda memberikan pelatihan keterampilan teknik membatik Batik Ecoprint, serta kerajinan anyaman Tas Purun.
“Kunjungan ini ialah, salahsatu agenda yang kami lakukan melalui P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), di Kabupaten Lingga, yang berkerjasama dengan Dekranasda,” kata Maratusholiha, yang didampingi Ketua Devisi Pengaduan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Srinawati.
Diterangkan oleh istri Bupati Lingga, kegiatannya adalah pembinaan untuk ekonomi kreatif, agar kedepannya masyarakat binaan yang ada di Lapas, memiliki keterampilan setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Tujuan kami adalah, berharap melalui kegiatan pelatihan ini, Warga Binaan Pemasyarakatan yang berada di Lapas Kelas III Dabo Singkep, setelah kembali ketengah-tengah masyarakat, sudah memiliki keterampilan, dan dapat berdaya saing dalam meningkatkan perekonomiannya,” terang Ketua Dekranasda Lingga.
Ditambahkan Maratusholiha, Batik Ecoprint dan anyaman Tas Purun, saat ini sudah memiliki peminat, atau konsumen yang luar biasa. Untuk itu ia berharap di Kabupaten Lingga banyak tumbuh pengrajin-pengrajin baru, guna memenuhi kebutuhan konsumen terhadap batik ecoprint dan kerajinan anyaman tas purun.
“Batik Ecoprint maupun anyaman Tas Purun, sudah banyak peminatnya. Dan konsumen kita luar biasa membludak,” ungkap Maratusholiha.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kelas III Dabo Singkep, Dewanto mengatakan, kedatangan Bupati Lingga bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, dalam agenda memberikan pelatihan kerajinan, sehingga disambut antusias oleh Warga Binaannya, dan menjadi motifasi.
“Kedatangan bapak Bupati dan ibu Bupati Lingga dalam agenda kegiatan pelatihan kerajinan tangan, yang nantinya akan dikembangkan dengan tenaga WBP. Kegiatannya itu Batik Ecoprint dan membuat keranjang, dari tumbuhan,” ungkap Dewanto.
Menurut Dewanto, Warga Binaan sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar. Maka, dengan telah digelarnya kegiatan pelatihan itu, Dewanto berharap pihaknya bersama Dekranasda Lingga kedepan, dapat menjadwalkan dan memprogramkan kegiatan tersebut secara berkelanjutan, bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Dabo Singkep.
“Ini adalah potensi yang bagus bagi warga binaan disini. Sehingga untuk bisa mengikuti kegiatan itu sangat besar, dan juga, itu salah satu masuk dalam kegiatan pembinaan yang nantinya kami programkan. Jadi nanti ada kegiatan selanjutnya yang lebih terjadwal dan terprogram, atas kerjasama dengan Dekranasda untuk mengembangkannya itu disini,” ungkap Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep.
Ditambahkan Dewanto, saat ini, terdapat sebanyak 66 Warga Binaan yang berada di Lapas Kelas III Dabo Singkep, yang terdiri dari 4 orang perempuan, dan selebihnya laki-laki.
“WBP antusias melihat teknik untuk bisa membuat Batik Ecoprint. Mungkin melalui kegiatan yang dilakukan oleh Dekranasda, itu satu model baru yang nanti akan berkelanjutan,” kata Dewanto.
Diketahui, pada kegiatan pelatihan yang berlangsung di Lapas Kelas III Dabo Singkep itu, Dekranasda Kabupaten Lingga menggandeng pihak pengrajin Batik Ecoprint dari Bumdes Amanah dari Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Lingga.(tbn)
