Ansar Kritik Dugaan Kampanye Wagub Marlin ke Sekolah
TANJUNGPINANG (HK) – Elemen masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menilai hubungan antara Gubernur Provinsi Kepri, H. Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina belakangan dinilai kurang harmonis dan bahkan “retak”.
Akhirnya, untuk orang nomor satu dan dua ini, dalam melaksanakan tugasnya sering berjalan sendiri-sendiri, dan sangat jarang terlihat berduaan. Baru-baru ini, telah beredar video disebuah grub WhatsApp yang berisi, sebuah orasi Wakil Gubernur Kepri yang telah sampai ke Gubernur Ansar, yang diduga berkampanye sebelum waktunya. Yang mana, Marlin Agustina diketahui melakukan sosialisasi tersebut dilingkungan SMA Negeri 8, Bengkong, Batam pada Senin, (7/11).
Kehadiran orang nomor dua di Provinsi Kepri itu, bertujuan untuk silaturahmi sekaligus juga memberikan motivasi untuk para siswa. Tetapi ada keganjalan ketika sesi pemberian motivasi yang hampir berakhir. Marlin mengatakan bahwa, akan bertarung menjadi Walikota Batam untuk tahun 2024 mendatang.
Akhirnya Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad mengkritik dugaan kampanye Wagub Marlin melakukan kampanye saat melakukan kunjungan ke sekolah.
Dugaan ini sendiri mencuat dari video pendek yang beredar di media sosial, sejak beberapa hari belakangan. Dimana video yang di maksud diketahui di rekam saat kunjungan Marlin ke SMAN 8 Batam, di Bengkong Sadai tersebut.
Dalam video tersebut, sempat terdengar Marlin menanyakan pendapat siswa, apabila dirinya maju sebagai Calon Walikota Batam, pada Pilkada 2024 mendatang.
Ansar mengaku bahwa video tersebut, merupakan salah satu bukti dari beberapa video dugaan kampanye Wagub Kepri di tingkat sekolah.
Walau tidak menjawab tegas, Ansar yang ditemui di kawasan Batam Center, Sabtu (12/11), bahkan sempat menyebutkan adanya beberapa video lainnya yang ia terima, mengenai dugaan berkampanye sebelum waktunya itu.
“Saye juga ada beberapa video lainnya, mengenai dugaan ini,” ungkap Gubernur Ansar.
Ansar juga mengakui, adanya permintaan dari dirinya mengenai pembatasan kunjungan Marlin Agustina Rudi ke SMA/SMK sederajat, yang notabene masuk ke dalam kategori pemilih pemula.
Langkah ini dianggap diperlukan untuk menghindari berkembangnya citra negatif, mengenai kepemimpinan Ansar-Marlin, yang telah menginjak usia satu tahun.
“Memang benar, saya minta ke Kadisdik Kepri untuk melapor dahulu kepada saya, apabila ibu Wagub ingin melakukan kunjungan ke sekolah. Soalnya saya sudah mendapat beberapa laporan. Terlepas dari video beliau terakhir, yang beredar di media sosial,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Ansar juga meminta agar Marlin Agustina dapat memenuhi tugasnya sebagai Wakil Gubernur Kepri. Salah satu kewajiban yang dimaksud, adalah kehadiran fisik seorang Wakil Gubernur di Kantor Pemerintahan Provinsi Kepri.
Jadi tidak perlu ini itu laksanakan tugasnya, kalau beliau melaksanakan apa bisa sampaikan ke kita dan pasti kita tugaskan dan saya merasa terbantu juga,” ujar Ansar.
Akan tetapi lanjut dia, sudah satu tahun 3 bulan atau 2 bulan ibu Wagub memang tidak pernah masuk kantor. Beliau hanya keliling-keliling berkampanye-kampanye.
Kalau beliau menggunakan fasilitas pemerintah kemana-mana hak dan kewajibannya tolong penuhi, jangan hanya haknya namun kewajibannya tidak dijalankan.
“Saya berkali-kali berharap, ibu datang ke kantor laksanakan saja kerjanya kalau perlu diskusi sama saya, karena saya terbuka,” kata Ansar.
Seingat mantan Bupati Bintan dua periode ini, beberapa ke DPRD waktu itu ia tugaskan beliau datang. Kemudian tanggal 16-17 Agutus beliau datang karena hari kemerdekaan, karena tugas-tugas pokoknya harus dilaksanakan.
Kemarin banyak keluhan soal pelayanan kesehatan di rumash sakit provinsi. Porsi seperti itu kan ibu Wagub bisa datang kesana melakukan pembinaan mungkin bisa menyampaikan kepada dirinya.
“Jadi OPD-OPD kita perlu dievaluasi terus, jadi mereka juga ada merasa tempat untuk melakukan asistensi. Karena saya ini kan tugasnya kemana-mana, seperti ke Jakarta melakukan pendekatan dengan berbagai Kementerian dan bukan hanya cuma-cuma gitu dan maksudd saya bukan tidak ada hasilnya,” ungkap Ansar.
Ia memberikan gambaran seperti pulau Penyengat dulu hampir tidak pernah mendapatkan APBN dan kemarin dapat Rp15 miliar.
“Tahun 2023 kita mendapatkan tambahan Rp53 miliar, karena Menteri Bappenas sudah dua kali datang dan konsen membantu kita,” ungkapnya.
Kemudian tambah Ansar, Kementerian Kesehatan, Kepri hanya dapat DAK APBN biasanya Rp40 miliar dan 2023 Kepri mendapatkan tambahan sekitar Rp107 miliar.
Anggaran tersebut cukub besar sekali, sebagian untuk menambah semua alat-alat untuk ring jantung dan semuua. Kemnudian sebagian untuk rumah sakit jiwa yang dikembangkan di Tanjung Uban supaya yang depresi tidak lagi dikirim ke Pekan Baru supaya dekat sama keluarganya.
Harus Saling Menjaga
Terkait dengan dinilai kurang harmonisnya hubungan antara Gubernur Kepri dan Wakilnya, mendapat berbagai respon dari masyarakat. Sebab, Gubernur Kepri Ansar Ahmad seharusnya saling menjaga hubungan dengan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina untuk tetap terjaga harmonis.
“Informasinya, Bu Wagub-kan sedang Umroh. Jadi sebaiknya doakan beliau mendapatkan umroh yang mabrur. Bukan mengatakan beliau tak masuk kantor setahun, karena itu tak baik,” kata
Direktur Perwakilan Public Trust Institute Kepulauan Riau, Robby Patria, kemarin.
Wagub, imbuhnya, sedang melaksanakan ibadah di tanah suci jika sudah pulang bisa bertemu kembali, dan dudukkan mana tugas Wagub, dan mana tugas Gubernur, biar saling melengkapi.
Menurut Robby pernyataan Ansar soal Wagub kampanye di sekolah tidak-lah tepat. Karena tahapan Pilkada belum dimulai. Bahkan kalau melihat definisi kampanye kepala daerah, adalah kegiatan kampanye menawarkan visi dan misi kepala daerah untuk minta dipilih pada tahapan pilkada yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah.
Dan waktu kampanye pun, kata Robby Patria, sudah ditetapkan sejak calon kepala daerah ditetapkan menjadi calon kepala daerah oleh KPUD.
“Jika tahapan pilkada belum dimulai, maka kita tidak tahu siapa yang akan ikut Pilkada karena calonnya belum ada. Maka kita tidak bisa menyebutkan itu kampanye,” ujar Robby.
Pihak Bawaslu pun, lanjut mantan Ketua KPU Kota Tanjungpinang ini, tidak bisa menindak. Karena bukan kampanye apalagi di sekolah yang jelas jelas dilarang dalam undang-undang (UU), Pilkada.
“Jadi kita harus pahami bersama apa itu kampanye karena terikat aturan yang jelas di atur dalam UU Pilkada 10 tahun 2016,” ujar Robby.
Robby menyebutkan, hubungan Ansar dan Marlin walaupun sudah tak harmonis jangan-lah selalu diumbar ke publik terlalu sering. Karena dapat mengurangi kepercayaan publik kepada pemimpin mereka.
Bagaimana mau membuat rakyat sejahtera, mewujudkan janji kampanye mereka pada 2020 lalu, membuat hubungan dengan wakilnya saja tidak bisa.
“Biar sajalah Wagub ke sekolah memotivasi siswa untuk menjadi pelajar yang tangguh,” ujar Robby. Ansar dan Marlin kata dia, masih memiliki waktu hingga 2024 menjadi kepala daerah.
Masih ada dua tahun lagi, kata Robby, mereka bersama dan meyakinkan publik mewujudkan janji politik mereka kepada seluruh masyarakat yang akan memilihnya.
“Sehingga harusnya keduanya saling melengkapi dalam memimpin daerah ini. Ansar juga harus belajar dari pengalaman yang tak harmonis, sewaktu menjadi bupati di Bintan. Ansar ketika itu berpasangan dengan Mastur Taher. Pengalaman adalah guru yang paling baik, sehingganya tak lagi terulang lagi, ketika jadi Gubernur,” kata Robby. (eza/aln)
