“Acara dimulai dari jam 10.00 – 17.00 WIB. Tujuan acara ini untuk mengajarkan dan mengenang budaya Minangkabau kepada generasi muda keturunan Minangkabau, agar mereka paham dan mengerti dengan adat istiadat Minangkabau,” ujar Edo.
Dijelaskannya, pada event ini para finalis tentunya sudah diberikan pembekalan yang matang, dan juga sudah mengikuti karantina selama satu bulan. Acara ini diselenggarakan untuk remaja usia 17 tahun sampai dengan dewasa usia 23 tahun.
Untuk finalnya, tanggal 13 Februari mendatang. Dari 34 orang finalis yang ikut semifinal tersebut, nantinya akan dipilih lagi untuk tahap final sebanyak 15 orang.
“Karena ini event pertama untuk pemilihan Rang Mudo dan Puti Bungsu Kota Batam, jadi untuk finalisnya kami masih mencari sendiri dari beberapa kecamatan perwakilan untuk mengikuti pemilihan Rang Mudo dan Puti Bungsu,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Yolan salah seorang finalis Rang Mudo dan Puti Bungsu mengaku bahwa dia awalnya sempat canggung karna baru pertama kali ikut acara seperti itu, namun katanya ternyata seru juga, sebab banyak kenal sama orang baru, dan sama-sama belajar.
“Bagi saya ada sedikit kesulitannya, yaitu belajar bahasa Padang, karna saya besar di Batam jadi agak sulit untuk belajar bahasanya dan mengenal budaya Minangkabau,” ujarnya. (cw05)
