“Tetapi untuk ibadah di kelenteng dan vihara, kita persilakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada warga yang akan merayakan imlek untuk merayakannya secara sederhana serta tidak melakukan kegiatan yang bisa saja menyebabkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.
“Artinya, acara-acara ataupun kegiatan yang mengumpulkan orang banyak memang tidak diperkenankan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini,” tegasnya.
Baca juga: Masyarakat Diminta Tak Lengah, Covid-19 Belum Selesai
“Tahun ini merupakan masih dalam suasana pandemi, apalagi dengan munculnya varian baru Covid-19, virus Omicron. Jadikan tahun ini tahun kesabaran dan penuh keprihatinan bagi kita semua, dimana pandemik Covid-19 masih terjadi,” ujarnya.
Isa Imam Syahroni menyampaikan, rapat koordinasi merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dilaksanakan. Ini adalah wujud toleransi antar umat beragama dalam rangka menjelang perayaan hari besar keagamaan umat Tionghoa, dengan mengedepankan protokol kesehatan, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Adapun hasil rapat koordinasi menghasilkan 5 poin keputusan, yakni:
