NATUNA (HK) – Senyum gembira tercermin jelas di wajah warga Batu Kapal, Kelurahan Ranai pada acara penyerahan Rumah Layak Huni yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna di Kampung Puak, Kecamatan Bunguran Timur, Ahad (23/11/2025).
Mereka bergemberia karena pada saat itu mereka secara resmi menerima rumah layak huni yang selama ini didambakan. Diketahui bahwa, warga batu kapal selama ini bertempat tinggal di atas laut.
Dari sehari sebelum acara, mereka mengaku sudah melakukab persiapan untuk menyambut acara yang menggebirakan itu. Bahkan mereka juga menyembelih sapi untuk dinikmati bersama-sama sebagai bentuk syukur dan gembiranya.
Kegembiraan itu tampak memuncak pada saat acara penyerahan kunci rumah yang dilaksanakan oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan kepada perwakilan warga.
Pada momen itu, tidak sedikit diantara mereka yang meneteskan air mata haru saking syukur dan gembiranya mendapatkan rumah yang layak.
Ujang, perwakilan warga yang menerima kunci rumah itu terdengar terbata-bata saat menyampaikan testimoni. Dan dengan wajah tertunduk ia mengaku tidak bisa menyampaikan banyak kata.
“Kami sampaikan syukur kepada Allah SWT dan rasa terima kasih kami kepada pemerintah tidak dapat kami sampaikan dengan kata-kata,” ucapnya dengan wajah tertunduk sambil memegang kunci rumah tipe couple itu.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Cen mengatakan bantuan tersebut merupakan kolaborasi APBN dan APBD, sekaligus menjadi realisasi pertama pembangunan rumah swadaya dalam bentuk unit siap huni.
“Biasanya kita hanya meresmikan RTLH senilai Rp.20 juta. Baru kali ini ada satu paket rumah lengkap, dan tentu bukan yang terakhir,” kata Bupati Cen.
Pemkab Natuna sambungnya, berkomitmen memperluas akses hunian layak bagi masyarakat kurang mampu. Selain fisik bangunan, ia meminta fasilitas dasar segera dipenuhi.
“Air PDAM dan listrik harus diprioritaskan. Soal sampah juga perlu perhatian. Rumah ini sudah menjadi hak penerima, maka harus dijaga, termasuk lingkungannya,” ujarnya.
Bupati Cen menyebut, komplek baru itu berpotensi tumbuh menjadi kawasan pemukiman khusus. Program rumah swadaya tersebut bagian dari target nasional penyediaan tiga juta rumah oleh pemerintah pusat. Natuna, kata dia, akan mengajukan tambahan usulan ke Kemensos pada 2025 dan 2026 untuk wilayah pulau-pulau.
“Semoga masyarakat Natuna makin maju dan sejahtera. Tugas kami di daerah adalah memperjuangkan anggaran dari pusat. Rumah hunian yang telah diterima harus dijaga sebagai amanah pemerintah daerah, asetnya jangan disekolah ke Bank,” tegas Bupati Cen. (fat).





