BATAM (HK) – Masyarakat Rempang Galang tegas-tegas menolak wacana pemindahan pemukiman mereka dengan alasan investasi. Sebaliknya mereka mendukung penuh pembangunan dan pengembangan investasi di luar pemukiman mereka.
“Kalau di luar kampung kami silahkan saja. Tapi jangan usik keberadaan kami yang sudah turun menurun di kampung ini jauh dari era Kemerdekaan,” ungkap Begol, Tokoh Masyarakat Monggak, Kamis, 24 Februari 2023 di Jembatan II, Barelang dalam pertemuan tokoh masyarakat Rempang Galang menyikapi rencana relokasi kawasan kampung mereka.
Pertemuan itu sendiri menyepakati wadah perjuangan penolakan kawasan kampung mereka Forum Masyarakat Adat Rempang Galang.
Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat saling menyampaikan argumentasi penolakan relokasi kawasan kampung mereka.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Rempang Galang, Awang Rajab mengungkapkan, sejatinya Pemerintah Kota Batam dan Otorita Batam mempertahankan kawasan kampung tua dan pesisir di Rempang Galang sebagai wujud apresiasi terhadap keberadaan masyarakat setempat. Karena, jauh dari keberadaan Kota Batam, nenek moyang mereka sudah turun temurun hidup di kawasan perkampungan mereka.
“Harusnya perkampungan kami ini dikembangkan jadi pusat pelestarian adat, budaya sebagai penghargaan terhadap kearifan lokal. Harus dijaga betul betul kampung tersebut,” katanya.
Awang Rajab mengaku bahwa banyak tokoh adat dan tokoh masyarakat yang terdampak langsung rencana relokasi tersebut menyampaikan keluhan dan kekhawatiran hilangnya keberadaan mereka di masa mendatang dan tercerabutnya budaya, tradisi yang mestinya diwarisi pada generasi selanjutnya.
Sementara itu Tokoh Adat dan masyarakat perkampungan Air Lingka Rempang Husin mengungkapkan relokasi tersebut pasti sangat mengganggu perekonomian masyarakat dan semua sendi sendi kehidupan.
“Kami menolak relokasi tapi kami bukan anti investasi. Kami pasti mendukung investasi dan pembangunan. Yang kami minta hanya perkampungan kami jangan direlokasi,” ujar Husin bersemangat. (Ghafur)
