Untuk saat ini, kurikulum prototipe sudah mulai diterapkan pada siswa kelas 10, sedangkan untuk siswa kelas 11 dan 12 menggunakan kurikulum tahun 2013 (K13).
Dapat disimpulkan bahwa SMA Negeri 25 Batam mengadakan dua bentuk kurikulum, namun sejauh ini tidak ada permasalahan berarti bagi kepala sekolah dan guru yang mengajar di sana.
“Terkait adaptasi kurikulum ini awalnya berat untuk adaptasi, penuh perjuangan, karena kami masih sekolah baru juga. Tapi syukur alhamdulillah mulai ketemu titik cerah. Di sini kami menggunakan kurikulum untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter siswa,” ujarnya.
Dikatakannya, kurikulum ini dibentuk dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), dengan membebaskan para siswa memilih proyek yang para siswa minati.
Tema kebhinekaan dan gaya hidup berkelanjutan menjadi bentuk proyek mereka.
Dengan pilihan tersebut, siswa bebas berkreasi dalam bentuk apapun dengan menyesuaikan tema yang mereka pilih.
Dengan situasi sekolah yang masih dalam tahap pembangunan awal ini, Syurmal Rizal selalu kepala sekolah mengimbau para guru untuk menjaga semangat dan mendukung kegiatan siswa.
Baca juga: Kejari Natuna Lakukan Sosialisasi Hukum di SMAN 1 Bunguran Timur
Ini dilakukannya agar guru dan siswa tetap berpikiran positif dan optimis untuk masa depan sekolah dan para siswanya.
“Kami berharap selalu ada rencana penataan sekolah ke depannya. Dari situ kan bisa dimaksimalkan fasilitas dan bakat siswa di sini. Setelah mereka lulus dari sini pun, mereka sudah terlatih untuk soft skill untuk masa depannya. Jadi, mereka punya kesan baik dan semangat dalam mengejar cita-citanya setelah lulus,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang siswa SMA Negeri 25 Batam, Yohanes, mengaku senang dengan statusnya sebagai siswa di sekolah itu.
Dia mengaku bahwa lebih baik berangkat sekolah dan bertemu teman-teman dan gurunya dibandingkan pembelajaran daring.
“Saya lebih senang ketemu teman-teman di sekolah, belajar, mengerjakan tugas kelompok, main futsal, atau bahkan sekedar bersantai di sini. Walaupun sekolah ini masih tahap pembangunan awal, tapi saya tetap nyaman saja. Guru-guru di sini juga dekat sama semua siswa, cara mereka komunikasi baik di sini,” ujar siswa yang berprestasi di olahraga futsal itu. (Cw07)
