NATUNA (HK) – Kawasan Pulau Tiga dinyatakan belum tersentuh oleh program nasional Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang diterapkan secara nasional di seluruh Indonesia.
Sejauh ini warga Pulau Tiga hanya dapat mendengar dan menyaksikan program yang baik dan menyenangkan hati itu dinikmati oleh warga yang berada di wilayah-wilayah tetangganya.
Pernyataan ini disampaikan Camat Pulau Tiga, Wan Efendi di Kantor Bupati Natuna, Kamis (30/4/2026), lalu.
Sejak diterapkannya BBM Satu Harga oleh pemerintah, masyarakat di Kecmatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat belum pernah mendapatkan BBM yang seharga dengan BBM di tempat lain.
“Maka saya nyatakan harga minyak paling mahal di Kabupaten Natuna ini adalah di Pulau Tiga,” tegas Camat Efendi.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena tidak terdapat SPBU ataupun penyalur yang ada di wilayah setempat seperti kawasan lainnya.
“Sehingga minyak yang didistribusikan ke tempat kami dibebani dengan biaya angkut karena SPBU ada di seberang laut, tepatnya di Selat Lampa,” imbuh Camat Efendi.
Dikatakannya, selain harga BBM yang belum satu harga, Pulau Tiga juga sering mengalami kekurangan BBM dengan penyebab yang tidak diketahuinya secara pasti.
“Jadi udah lah mahal, tak cukup pula untuk mencover kebutuhan masyarakat. Entah apa sebabnya,” tegas Camat Efendi.
Padahal, imbuhnya lagi stok yang dijatah untuk Kecamatan Pulau Tiga sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami di Pulau Tiga itu berdasarkan data kami terdapat 500 unit kapal nelayan dan ini kalau digabung dengan kapal yang kecil-kecil bisa sampai 600 unit. Ditambah lagi dengan kendaraan darat dan mesin penggerak lainya. Semua ini sudah terdata dan menjadi dasar penentuan kuota,” paparnya.
Adapun jumlah kuota untuk Pulau Tiga sebanyak 65 KL Perbulan. Kondisi ini terjadi di setiap jenis BBM seperti solar, bensin dan lainnya.
“Tapi mudah-mudahan dengan ini segera ada solusi, paling tidak kami di Pulau Tiga tidak sampai kekurangan BBM. Itu sudah lumayan meskipun tidak satu harga seperti di wilayah lain,” pungkasnya. (fat).
