LINGGA (HK) — Masa Libur pun telah usai, kini giliran anak-anak kembali bersekolah. Di sela-sela pendidikan yang harus ditempuh, mereka tetaplah anak-anak yang tak lepas dari bermain. Seperti yang dilakukan anak-anak SDN 001 Lingga, mereka asik bermain cok cok lele, salah satu permainan tradisional Melayu Lingga.

Permainan anak Melayu Lingga khususnya di Daik Lingga merupakan permainan tradisional yang dimulai sejak zaman Kesultanan Lingga Riau (Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah 1857-1883) setelah baginda membangun sekolah melayu pada tahun 1875 dengan mendatangkan guru dari Minangkabau yang bernama Sulaiaman.

Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah membangun khususnya bidang pendidikan. Dalam membangun bidang pendidikan, selain sarana dan prasarana tentunya dikembangkan juga pengajaran permainan tradisional. Permainan ini mulai dilakukan di sekolah-sekolah sebagai kegiatan olah raga dalam mengenal permainan rakyat tradisional Melayu di Kabupaten Lingga.

Diantaranya adalah permainan tam tam buku, cok lele, adu buah para, sekacak, tonjen, selambung, klorok, patung rajawali, lulu cina buta, dan leletop. Permainan ini biasanya dimainkan di siang hari di waktu senggang.

Pelestariannya terus dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga hingga saat sekarang. Permainan-permainan tersebut pun sering ditampilkan pada acara budaya. Permainan rakyat merupakan hasil budidaya manusia masa lampau yang diwariskan kepada anak cucunya.

Perlu diketahui, permainan ini sudah masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Lingga pada tahun 2019 silam.

Drs. Azmi, plt. Kepala Dinas Kebudayaan, mengatakan bahwa mereka terus dan akan selalu melestarikan permainan yang sudah ada diLingga sejak berabad – abad lamanya melalui kegiatan – kegiatan yang terencana dengan baik.

“Warisan dari leluhur bangsa ini harus dilestarikan keberadaannya. Permainan rakyat memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kecerdasan mengatur stategi, ketangkasan fisik, disiplin, kepatuhan terhadap peraturan dan sebagainya”, ucap Azmi

Kadis Kebudayaan juga mengungkapkan bahwa di era gempuran gadget yang terus berkembang di kalangan anak-anak, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga terus berinovasi untuk melestarikan dan mengenalkan kembali permainan rakyat melayu Lingga. (Rangga).

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version