Terakhir, Gubernur menambahkan, Kepulauan Riau yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I berbatasan dengan lima negara tetangga sekaligus.
Oleh karena itu, menurut Gubernur Ansar secara geografis, posisi Kepulauan Riau sangat strategis.
“Tinggal bagaimana kita bersama-sama bekerja dan berfikir keras, untuk itu diperlukan inovasi-inovasi seperti yang telah disampaikan dalam keynote speech dari Rektor IPB dan Rektor UMRAH tadi,” tutup Gubernur.
Acara tersebut memang diisi dengan keynote speech dari Rektor IPB Arif Satria dan Rektor Umrah Agung Dhamar Syakti.
Dalam pidatonya, Rektor IPB Arif Satria memaparkan 3 Disrupsi di era saat ini, yaitu perubahan iklim, revolusi industri 4.0, dan pandemi covid 19.
“Ketiga disrupsi tersebut melahirkan model ekonomi masing-masing Green/Blue Economy, Sharing/Digital Economy, dan terakhir New Normal Economy,” paparnya.
Baca juga: Ansar: Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menjadi Penyemangat
Arif juga memaparkan inovasi-inovasi sosial yang digagas IPB antara lain Data Desa Presisi, Sekolah Peternakan Rakyat, Tani Centre, Agribusiness and Technology Park IPB, One Village One CEO, One Village One Innovation, dan Sekolah Pemerintahan Desa.
Sedangkan Rektor Umrah, Agung Damar Syakti menyampaikan pidato dengan tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan One Village One CEO di Provinsi Kepulauan Riau”.
Acara juga dihadiri oleh Dirut Bank Riau Kepri, Andi Bukhari; Presdir PT Transamudra Indonesia, Fathan Kamil; Kepala Departemen Ekonomi Sumber Daya Lingkungan Fakultas Manajemen IPB Akhmad Fauzi; Pj. Sekdaprov Kepri, Eko Sumbaryadi; Sekjen DPP HA IPB, Sukma Kamajaya; Stafsus Gubernur, Nazaruddin dan Suyono; dan Kadiskominfo Kepri, Hasan; serta undangan mahasiswa dari universitas se-Kepri baik secara yang hadir langsung maupun daring. (ron)
