TANJUNGPINANG (HK) – Dinas Pendidikan (Disdik), Provinsi Kepri, mengaku belum mendapat laporan soal kondisi psikis terhadap siswi yang menjadi korban bullying, di SMK Swasta Satu Bangsa Harmoni Batam.
Kepala Disdik (Kadis) Provinsi Kepri, Andi Agung mengatakan bahwa, pihaknya telah meminta klarifikasi dari pihak sekolah lewat Kepala Cabang (Kacab) Disdik Provinsi Kepri di Batam Sehingga hal itu dapat diketahui kebenarannya.
“Katanya sudah selesai. Saya tanya ke Kepala Sekolah Harmoni katanya juga sudah selesai,” kata dia, Senin (9/1).
Andi pun mengaku perundungan itu sudah terjadi sejak dulu. Pihak menegaskan sudah memberi pemahaman sesuai dengan Permendikbud No 82 Tahun 2015 terkait pencegahan masalah bullying dan tindak kekerasan terhadap siswa.
“Kejadian sudah lama. Tetapi, kok, muncul lagi sekarang. Apa yang kami lakukan sekarang akan kita berikan rakor pendidikan bagi SMA sederajat. Baik kepada swasta maupun negeri, terkait Permendikbud 82 tahun 2015, untuk pencegahan masalah bully dan tindak kekerasan. Kami sudah sampaikan ke satuan pendidikan,” kata Andi.
Mengenai siswi yang mendapat perlakuan tak sedap itu, Andi mengaku belum mengetahui atas masalah psikologi dari anak tersebut. Tapi, anak itu disebut-sebut telah mengalami trauma sampai pindah sekolah.
“Kalau anak itu mendapatkan trauma, belum sampai ke kita. Kemarin kami sudah menganggap selesai, karena ini internal sekolah dan pihak sekolah juga sudah kita panggil. Untuk hasil psikologi anak tersebut, belum kami terima. Tapi nanti kami kroscek lagi,” terang Kadisdik Kepri.
Sementara itu, soal tenaga pengajar yang ikut membully anak, ia mengaku sudah dilakukan rembuk bersama dari kedua belah pihak. Disdik Kepri mengaku tak dapat berbuat banyak karena dengan alasan sekolah swasta.
“Mohon maaf, karena ini di satuan pendidikan swasta, masalahnya kami serahkan ke yayasan. Nanti yayasan yang ambil tindakan. Pengakuan kepala sekolah sudah diberikan teguran untuk guru,” pungkasnya.
Sumber: Batamnews
