NATUNA (HK) – Wilayah Kecamatan Suak Midai yang berada di Pualu Midai, Kabupaten Natuna dinyatakan sudah lama membutuhkan infrastruktur pemecah ombak untuk menangkal terjadinya abrasi.
Pernyataan ini disampaikan seorang warga Suak Midai yang bernama Muslaini kepada media ini di Midai, Jumat (12/12/2025) melalui telepon.
Ia menjelaskan, ancaman abrasi di wilayah Suak Midai sudah lama terjadi. Kondisi ini mengancam setiap tahun atau tepatnya setiap kali terjadinya musim utara.
Potensi abrasi ini berdampak secara menyeluruh di setiap wilayah pesisir. Lahan, bangunan warga, infrastruktur pemerintah dan lain sebagainya turut digerogoti oleh ombak besar tanpa terkecuali.
“Sehingga semua apa yang ada dipinggir laut terkikis dengan ombak besar,” kata Muslaini.
Namun yang menjadi perhatian mereka di Suak Midai adalah kondisi jalan Poros Bakau Besar, Desa Belanak, Kecamatan Suak Midai. Dan diketahui bahwa keberadaan jalan utama ini merupakan penghubung antara Kecamatan Midai dan Kecamatan Suak Midai.
Ia menuturkan, saat ini kondisi jalan tersebut memerlukan penanganan abrasi karena jalannya sudah terkikis parah dengan hantaman gelombang sejak kondisi laut di wilayah tersebut memasuki masa ekstrim.
Menurtur Muslaini, kondisi jalan itu sudah sangat mengkhawatirkan sebab bagian bawahnya sudah berlubang dikikis gelombang.
“Ini khususnya kami sampaikan mengenai jalan poros Midai Bakau Besar. Itu yang paling kami khwatirkan, di sebagian ruas jalannya tinggal rubuh saja karena tanah di bawahnya sudah dikikis air. Bahkan ada yang tinggal betonnya saja,. Ini memang betul-betul perlu penanganan,” jelasnya.
Dengan kondosi seperti itu, warga setempat tidak tinggal diam. Mereka mengambil tindakan sebisa mereka lakukan untuk mungarangi tingkat keparahan dampak yang ditimbulkan oleh gelombang tinggi, meskipun upaya itu tidak dapat menjamin keamanan jalan dari ancaman abrasi.
“Tadi malam kami rapat dan pagi hari ini kami gotong royong bersama pak Tentara dan unsur lainnya. Kami berupaya menutup kikisan air yang berada dibawah jalan itu, membersihkan sampah-sampah laut dan kegiatan perbaikan lainnya. Dan ini setiap tahun kami lakukan,” tutur Muslini.
Dijelaskannya, wilayah jalan yang paling rentan terkena abrasi adalah Jalan Poros Bakau Besar yang berada di wilayah Kecamatan Suak Midai. Kerentanan paling tinggi berada di ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 meter.
Disamping memiliki kerentanan yang tinggi, jalan tersebut juga merupakan salah satu jalan tersibuk di Pulau Midai dan bahkan satu-satunya jalan yang representatif untuk menghubungkan Kecamatan Suak Midai dan Midai.
Jalan tersebut merupakan akses dasar kehidupan kerana ia berperan sebagai menjadi jalan kesehatan, pendidikan, perdagangan dan lain sebagainya.
“Maka kami berharap betul kepada Bupati agar dapat membuat tanggul pemecah ombak, paling tidak sepanjang 200 meter agar jalan ini tidak sampai hanyut ditelan ombak. Sebab kalau jalan ini putus kami tidak ada jalan nak ke Midai,” tutupnya. (fat).





